Breaking News:

Guru Honorer

Pemkab Langkat Daftarkan Dua Ribu Lebih Guru Honorer Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pemerintah Kabupaten Langkat menganggarkan dana untuk mendaftarkan para Guru Honorer masuk dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Penulis: Satia | Editor: Tommy Simatupang
HO
Plt. Bupati Langkat Syah Afandin di dampingi Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Langkat Stabat memberikan simbolis kartu peserta BPJAMSOSTEK kepada guru honorer yang berada di wilayah Kabupaten Langkat. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Pemerintah Kabupaten Langkat menganggarkan dana untuk mendaftarkan para Guru Honorer masuk dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Berdasarkan data Pemkab Langkat, sebanyak 2.315 guru honorer telah didaftarkan masuk ke dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Plt Bupati Langkat Syah Afandin mengatakan, pertemuan ini menjadi langkah yang baik bagi para guru honorer yang ada, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang nomor 40 tahun 2004.

"Kita dalam memastikan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat dalam terlaksananya Sistem Jaminan Sosial Nasional di Kabupaten Langkat sebagaimana yang diamanahkan dalam Undang-Undang nomor 40 tahun 2004," kata dia, saat menyerahkan kartu peserta BPJAMSOSTEK secara simbolis kepada guru honorer yang berada di wilayah Kabupaten Langkat, Jumat (4/3/2022).

Ia mengatakan, kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk dapat mendukung penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerajan yang baik bagi para pekerja di Kabupaten Langkat.

"Para pekerja di wilayah Kabupaten Langkat dapat fokus pada pekerjaannya, memberikan dampak pada produktiftas usahanya dan meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya," ungkapnya.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut Panji Wibisana mengapresiasi kebijakan Pemkab Langkat, terkait dengan didaftarkannya para pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan.

"Program tersebut memang sudah selayaknya di terima oleh tenaga kerja, termasuk guru honorer," kata dia.

terkait coverage kepesertaan, dalam sambutannya panji menyampaikan bahwa dikabupaten Langkat senidiri dari 369ribu angkatan kerja berbagai sektor, saat ini tenaga kerja yang sudah terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan baru 92 ribu tenaga kerja.

"Yang terdaftar sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan baru 92 ribu tenaga kerja atau baru 24.88 persen coveragenya. Sedangkan 277 ribu angkatan kerja lainnya belum mendapatkan jaminan. Jadi masih ada ketimpangan. Kita perlu dukungan pemerintah daerah untuk menaikan coverage ini," jelasnya.

Santunan untuk ahli waris tenaga kerja

Pada Kegiatan yang sama, Plt Bupati Langkat Syah Afandin, juga menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga ahli waris dari tenaga kerja non ASN Dinas Lingkungan Hidup dan Aparat Desa Kabupaten Langkat, yang diketahui meninggal diakibatkan kecelakaan kerja.

Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja dan jaminan kematian tersebut diterima oleh masing-masing ahli waris di yang disaksikan oleh Deputi Direktur BPJS BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Panji Wibisana, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Asisten II Adm Ekbangsos dan Kepala Dinas Ketenagakerajaan Kabupaten Langkat, Rajanami dan pejabat lainnya.

Terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Langkat Stabat, Jemi Karter menjelaskan, klaim yang dibayarkan hari ini itu ada sejumlah 294juta terdiri dari JKK, JKM dan JHT, termasuk ada yang mendapat beasiswa sampai perguruan tinggi, selain itu nanti akan ada beasiswa untuk ahli waris sampai kuliah dengan total estimasi sebanyak 378 juta

Jemi berharap, Pemerintah Daerah Langkat dapat terus mendukung program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kabupaten Langkat, termasuk dalam hal penganggaran dan dukungan regulasi.

Selain itu jemi mengajak masyarakat tenaga kerja baik Formal maupun Informal untuk dapat mengalihkan resiko kerjanya pada program jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya jaminan kematian dan jaminan kecelakaan.

(Wen/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved