Curhat Ortu Ade Sara, Anak Gadis Semata Wayangnya Dibunuh Mantan, Jasadnya Dulu Dibawa Keliling Kota

Bahkan orangtua Ade Sara berhubungan baik dengan keluarga pelaku yang membunuh anaknya yakni Hafitd.

Kompas.com/Robertus Belarminus/Warta Kota/Adhy Kelana
Curhat Ortu Ade Sara, Anak Gadis Semata Wayangnya Dibunuh Mantan, Jasadnya Dulu Dibawa Keliling Kota 

TRIBUN-MEDAN.com - Mungkin Anda masih ingat kasus gadis semata wayang dibunuh mantan pacarnya.

Ya, gadis semata wayang ini bernama Ade Sara. Ia dibunuh oleh mantan pacarnya, Hafidt.

Gadis muda itu ditemukan tewas di pinggir jalan tol Bintara, Bekasi, Jawa Barat, pada 5 Maret 2014.

Sudah 8 tahun berlalu, orangtua Ade Sara kini mencurahkan isi hatinya.

Kepergian Ade Sara yang merupakan anak semata wayang itu tentunya menjadi pukulan telak bagi kedua orangtuanya, Suroto dan Elisabeth.

"Kalau dulu, waktu masih tahun 2014, saya pun bertanya-tanya. Tidak ada Sara, saya itu berpikir, bagaimana saya menjalaninya," kata Suroto, ayah Ade Sara, saat berbincang dengan Kompas.com, Minggu (7/3/2022).

Awalnya, sebagai seorang ayah, tentu saja Suroto menyimpan amarah kepada pelaku pembunuh putrinya.

Ade Sara Angelina Suroto (19), mahasiswa yang dibunuh mantan kekasihnya Ahmad Imam Al Hafitd (19). Mayat Ade dibuang di tol JORR ruas Bekasi, kilometer 41, Jawa Barat. Ahmad dibantu Assyifa Ramadhani (19), kekasih barunya.
Ade Sara Angelina Suroto (19), mahasiswa yang dibunuh mantan kekasihnya Ahmad Imam Al Hafitd (19). Mayat Ade dibuang di tol JORR ruas Bekasi, kilometer 41, Jawa Barat. Ahmad dibantu Assyifa Ramadhani (19), kekasih barunya. (Kompas.com/Robertus Belarminus)

Apalagi, pelaku pembunuhan Ade Sara itu masih orang dekat, yakni mantan kekasihnya Ahmad Imam Al Hafitd, bersama sang pacar barunya, Assyifa Ramadhani.

Namun, pada akhirnya, Suroto menyadari bahwa yang harus dilakukannya agar bisa bertahan adalah dengan memaafkan kedua pelaku.

"Setiap orang berbeda-beda. Ada yang menemukan kedamaian dengan penuh perjuangan. Di ajaran kami, berdamai itu kami harus memberi pengampunan kepada mereka (Hafitd dan Assyifa)," kata Suroto.

"Dengan seperti itu, kami seperti melepaskan rasa benci kami kepada mereka. Dengan melepaskan, memang penderitaan dan kedukaan itu masih ada, tapi cara pandang kami menghadapi kedukaan itu menjadi berbeda. Serasa lebih ringan," sambungnya.

Sebagai wujud nyata pemberian maaf itu, orangtua Ade Sara pun sampai menemui pembunuh anak mereka yang tengah menjalani hukuman seumur hidup di penjara.

"Mungkin bagi orang aneh, keluarga korban dan pelaku saling bertemu. Tetapi, ajaran kami mengajarkan bahwa kasih bukan kata sifat, tetapi kata kerja. Harus dikerjakan agar ada artinya," kata Suroto.

"Istri saya pernah beberapa kali bertemu Hafitd di penjara. Awalnya kami selalu gagal ketika ingin menjenguk Hafitd. Tapi, istri saya berhasil bertemu untuk pertama kalinya kira-kira sebelum tahun 2016," ujarnya.

Suroto dan Elisabeth, menghadiri sidang perdana pembunuhan terhadap putri mereka, Ade Sara Angelina, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2014).
Suroto dan Elisabeth, menghadiri sidang perdana pembunuhan terhadap putri mereka, Ade Sara Angelina, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2014). (Kompas.com/Jessi Carina)

Bertemu Hafitd

Elisabeth membenarkan bahwa prosesnya bertemu Hafitd bukan lah hal yang mudah.

Halaman
123
Sumber: TribunNewsmaker
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved