Breaking News:

Varian Baru Virus Corona

GEJALA Deltacron, Covid-19 Bermutasi Lagi, Kombinasi Omicron dan Delta yang Perlu Diwaspadai

Belakangan Deltacron menjadi perhatian, yang terindikasi memiliki percampuran genetik antara varian Delta 21J/AY.4 dan Omicron 21K/BA.1.

Editor: Salomo Tarigan
Ilustrasi GOC/via tribuntimur
Isolasi mandiri 

TRIBUN-MEDAN.com - Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah bermutasi menjadi berbagai varian.

Belakangan Deltacron menjadi perhatian, yang terindikasi memiliki percampuran genetik antara varian Delta 21J/AY.4 dan Omicron 21K/BA.1.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan, penamaan resmi varian ini belum ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO).

Baca juga: Artis Rizky Febian Terseret Kasus Crazy Rich Doni Salmanan, Terungkap 6 Publik Figur Dipanggil Polri

Baca juga: Fabio Quartararo Langsung Pamer Foto di Mandalika, Jokowi Lepas Pembalap MotogGP di Depan Istana

Data terkait karakteristiknya pun masih sangat terbatas meskipun WHO mambahasnya dalam pertemuan Technical Advisory Group on Virus Evolution atau grup penasihat teknis terkait evolusi virus yang dihadiri para pakar virus di dunia.

"Dampak varian ini terhadap indikator epidemiologi maupun tingkat keparahan gejala belum dapat dipastikan dan masih terus diteliti," Wiku menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers di Graha BNPB, Selasa (15/3/2022) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga: TERKUAK Penyebab Kematian Aktris Thailand Tangmo Nida, Seharusnya Dikremasi Akhirnya Diautopsi

Menurutnya, tidak memberi ruang penularan, dapat mencegah mutasi virus yang dapat melahirkan varian baru.

Selama virus masih beredar, apalagi dalam tingkat penularan yang tinggi, potensi mutasi virus semakin besar. Dalam bermutasinya, ada berbagai mekanisme. Salah satunya dengan rekombinasi seperti pada varian yang dijelaskan.

Rekombinasi virus ini bukanlah hal baru.

"Untuk itu, dalam masa adaptasi ini, pencegahan penularan ini lebih banyak porsinya pada tanggung jawab setiap individu. Setiap orang wajib melindungi dirinya sendiri dan orang lain, melalui disiplin protokol kesehatan 3M," kata dia.

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sampai saat ini di tanah air belum mendeteksi kehadiran varian baru ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved