Berita Simalungun

MASYARAKAT Adat Sihaporas Datangi Polres Simalungun, Tuntut Keadilan Soal Kericuhan dengan TPL

Sejumlah masyarakat dari Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) dan Dolok Parmonangan

Penulis: Alija Magribi | Editor: Tommy Simatupang
HO
Sejumlah masyarakat dari Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) dan Dolok Parmonangan beserta mahasiswa Pematang Siantar-Simalungun melakukan aksi damai di Polres Simalungun, Jumat (18/3/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Sejumlah masyarakat dari Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) dan Dolok Parmonangan beserta mahasiswa Pematang Siantar-Simalungun melakukan aksi damai di Polres Simalungun, Jumat (18/3/2022).

Mereka meminta keadilan atas apa yang menimpa Thomson Ambarita (42), korban penganiayaan oleh humas PT Toba Pulp Lestari (TPL) yakni Bahara Sibuea pada 16 September 2019 lalu di Nagori Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Para mahasiswa ini meminta hukum ditegakkan.

Meminta Bahara Sibuea menjalani proses hukum sesuai perbuatannya.

Sebab sejauh ini tidak ada tanda-tanda Bahara akan dihukum.

Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan ‘Kembalikan Tanah Adat kepada Masyarakat’.

“Kembalikan tanah adat kepada masyarakat adat. Kita mendesak Pemkab simalungun menerbitkan SK masyarakat adat, kita mendesak Pemkab Simalungun membentuk tim identifikasi,” ujar Juwita Panjaitan, Ketua GMKI Siantar-Simalungun.

Baca juga: Antisipasi Macet Polres Sibolga Menjaga dan Mengatur Lalin pada Jam Padat Pagi

Baca juga: DEMI Main Judi Slot dan Beli Narkoba, Pria Ini Curi HP Warga di Depan Nommensen Pakai Pisau

Juwita menambahkan, para mahasiswa juga mempertanyakan netralisasi Polres Simalungun dalam menangani perkara Bahara Sibuea.

“Usut kembali kriminalisasi masyarakat adat. DPRD simalungun harus membuat Perda bagi masyarakat adat. Kita juga mendesak DPRD simalungun agar segera menyelesaikan konflik masyarakat adat,” katanya.

Peristiwa terjadi di lahan milik warga yang diklaim negara dan jadi konsesi lahan PT TPL.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved