Berita Siantar

SEJUMLAH Karyawan RS Horas Insani Siantar Protes, Tuntut Pembayaran Gaji dan THR Tahun 2021

Puluhan karyawan Rumah Sakit RS Horas Insani Pematangsiantar menuntut pembayaran gaji, denda keterlambatan gaji, hingga THR ataupun THN tahun 2021.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN MEDAN / ALIJA MAGHRIBI
Puluhan karyawan Rumah Sakit RS Horas Insani Pematangsiantar menuntut gaji, denda keterlambatan gaji, hingga THR ataupun THN tahun 2021 dibayarkan. Mereka melakukan aksi tuntutan kepada manajemen direksi dan komisaris, Kamis (24/2/2022) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Puluhan karyawan Rumah Sakit RS Horas Insani Pematangsiantar menuntut pembayaran gaji, denda keterlambatan gaji, hingga THR ataupun THN tahun 2021.

Mereka melakukan aksi tuntutan kepada manajemen direksi dan komisaris, Kamis (24/2/2022).

Para karyawan RS Horas Insani menuntut gaji bulan Februari 2022.

Mereka menuntut denda atas upah-upah yang telat dibayar sepanjang tahun 2021.

Belum lagi THR tahun lalu yang belum dibayar.

“Kita tidak mau tahu apa dengan konflik yang terjadi di manajemen direksi. Kami di sini karyawan yang hanya bekerja dan mendapat upah,” ujar karyawan RS Horas Insani, Lorimba Bakkara dalam tuntutannya.

Ia sendiri menyampaikan, sangat mencintai RS Horas Insani, di mana dirinya dan teman-teman selama ini mencari nafkah untuk keluarga atas nama RS Horas Insani.

Namun, cinta tersebut dibalas oleh manajemen atas dan pemilik saham dengan konflik kepentingan yang justru merugikan seluruh sumber daya manusia rumah sakit.

Baca juga: VIRAL Postingan Mat Rona, Lulusan Sekolah Dasar (SD) Mencari Pekerjaan Menggunakan Platform LinkedIn

Baca juga: Binrohtal Polres Labuhanbatu Bentuk Karakter Personel yang Humanis  dan Tulus Melayani Masyarakat

Karyawan lainnya, Raja Purba, mengaku sudah lama ingin berhenti dari RS Horas Insani.

Tetapi, ketika berkonsultasi dengan HRD, dirinya mendapat jawaban bahwa tidak akan diberikan pesangon.

Baginya, itu sangat merugikan dirinya yang sudah 15 tahun bekerja.

“Saya mau resign tapi saat tanya manajemen seperti SDM, kata manajemen kalau resign nggak ada dapat pesangon. Saya sudah 15 tahun kerja,” ujarnya.

Diskusi antara karyawan dan manajemen rumah sakit sendiri dilanjutkan di lantai 4 gedung utama rumah sakit.

Terjadi perang argumen antara karyawan, serikat pekerja, tim hukum rumah sakit, dan komisaris rumah sakit yang bernaung dibawa PT Horas Insani Abadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved