Tilang Elektronik
TILANG Elektronik Mulai Diberlakukan di Medan, Begini Cara Kerjanya
Salah satu lokasi yang telah siap dioperasikan tilang elektronik ialah di Jalan Balai Kota, atau Simpang Lapangan Merdeka.
"Mampu menangkap agar tindakan kriminal bisa ditangkap karena ini bekerja 1x24 jam. Kita berharap akan terus ada penambahan-penambahan lagi dari peralatan," tutupnya.
(cr25/tribun-medan.com)
Sikapi Program Tilang Elektronik, Pengamat: Jangan Menegakkan Hukum Tanpa Sosialisasi
Pengamat Sosial Bakhrul Khair Amal mengomentari terkait program tilang elektronik yang dilaksanakan oleh Polda Sumut untuk menertibkan warga dalam berlalulintas.
"Pertama itu kan elektronik. Artinya sudah berbasis digital. Lalu, elektronik itu diuji dengan kesadaran masyarakat yang kemudian harus selesai dengan efek jera," kata Bakhrul kepada Tribun Medan, Sabtu (26/3/2022).
Namun, lanjutnya, yang perlu diperhatikan ialah proses sosialisasi pihak berwajib terhadap masyarakat terkait program elektronik.
"Jadi jangan penegakan hukum tanpa sosialisasi, uji coba, dan sanggahan dari masyarakat terlebih dahulu," jelasnya.
"Penegakan hukum yang baik ialah memanusiakan manusia. Jadi bukan soal target - targetan," tambahnya.
Dikatakannya, jangan sampai program tilang elektronik hanya sebatas seremonial sehingga lupa mengimplementasikan misi untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya tertib berlalulintas.
Di samping itu, terkait transparansi anggaran hasil dari penilangan tersebut.
Menurutnya harus dijelaskan pula nantinya uang tilang dari masyarakat dialokasikan kemana.
"Jadi harus jelas juga, uang tilang itu nanti digunakan untuk apa dan diberikan kepada siapa," ucapnya.
Bila sudah masuk ke dunia digital tentu pembayaran seharusnya selaras juga sehingga memperkecil potensi kecurangan aparat penegak hukum.
Ia pun menejelaskan terkait apakah tilang elektronik dapat menimbulkan efek jera dan meningkatkan kesadaran masyarakat harus dilihat dari kalkulasi penindakan ke depan.
Jika, tetap berada di angka yang tak berbeda jauh, atau justru makin meningkat drastis maka misi dari program tersebut dapat dikatakan tidak berjalan baik.
"Makanya, kalau nanti hasil masyarakat yang ditilang di angka sekian dan pendapatan sekian, apakah itu prestasi? Tentu jika tinggi maka sebuah kegagalan," sebutnya.
(cr8/tribun-medan.com)