Ramadan 2022
JELANG Ramadan, Harga Cabai Alami Penurunan di Pasar Tradisional Medan
"Kalau harga cabai memang Senin kemarin sudah turun. Bagus lah, kalau harga mulai turun, jadi pembeli mulai ramai lagi," kata pedagang.
Dan umumnya, sambung Gunawan, juga pasrah pada mekanisme pasar.
Sehingga fluktuasinya kerap tidak bisa diredam.
"Walaupun dalam jangka panjang pemerintah bisa melakukan banyak hal di hulu, seperti pendampingan saat menanam, menyediakan pupuk gratis atau subsidi, pembinaan hingga pembiayaan. Kalau dihadapkan pada situasi yang sekarang, pemerintah sebenarnya dalam posisi terjepit. Dimana harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat melambung. Dipicu oleh banyak faktor, baik itu internal (dalam negeri) maupun eksternal (global). Bahkan pemerintah juga belum berhasil meredam harga minyak goreng, dimana kombinasi pemicunya baik itu internal maupun eksternal," jelasnya.
Sambungnya, salah satu upaya untuk meredam gejolak harga tersebut, pemerintah juga terkadang tidak memiliki jalan lain selain impor.
Mengubah pola-pola lama ini juga tidaklah mudah memang.
Akan ada banyak benturan, mulai dari komoditas impor yang lebih murah hingga komoditas impor yang memang tidak bisa hidup atau tidak maksimal jika ditanam di tanah air.
"Jadi di tengah ancaman kenaikan harga pangan pada saat ini. Saya menilai pemerintah masih akan menggunakan cara cara lama atau monoton dalam mengendalikan harga pangan. Kecuali pada komoditas (hortikultura) yang saya sebutkan sebelumnya yang memang sepenuhnya mekanisme pasar yang bekerja," pungkasnya.
(mft/www.tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cabai-merah-mulai-turun-di-pasar-tradisional.jpg)