TRIBUNWIKI
DERETAN Duta Besar Berdarah Batak Berprestasi, Ada yang Mendapatkan Medali Penghargaan Bergengsi
Dubes juga berperan menjadi perwakilan diplomatik Indonesia di wilayah negara kerjasama dalam mewakili dan memperjuangkan kepentingan bangsa.
Penulis: Tria Rizki | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN – Duta besar atau disingkat dengan Dubes adalah pejabat diplomatik yang ditugaskan ke pemerintahan asing yang berdaulat untuk bekerja sebagai pejabat mewakili negerinya.
Kedudukan duta besar setingkat dengan menteri yang ditempatkan di negara asing, yang melakukan tugas untuk menjaga hubungan antara Indonesia dengan negara yang bersangkutan.
Selain itu, Dubes juga berperan menjadi perwakilan diplomatik Indonesia di wilayah negara kerjasama dalam mewakili dan memperjuangkan kepentingan bangsa, negara, dan pemerintah Republik Indonesia (RI).
Ternyata terdapat deretan duta besar yang berdarah Batak memiliki segudang prestasi hingga berhasil mendapatkan medali penghargaan bergengsi dari pemerintah luar negeri dan menulis berbagai buku yang sangat mengharumkan Tanah Batak.
Baca juga: DAFTAR Lengkap Marga Batak Toba dan Tradisinya, Mulai dari Perkenalan Hingga Acara Pernikahan
Berikut deretan duta besar Berprestasi Berdarah Batak yang memiliki segudang prestasi :
1.Nazaruddin Nasution
Dr. Nazaruddin Nasution, SH, MA lahir di Medan (22 Desember 1941), adalah Duta Besar Indonesia untuk Kamboja tahun 2000 hingga 2003.
Nazaruddin adalah satu diantara putra Batak Mandailing yang pernah menempuh Pendidikan di Universitas Indonesia jurusan hukum dan melanjutkan pendidikan doktornya pada Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah pada usia 70 tahun.
Nazaruddin mengawali karirnya sebagai pengacara di LBH tahun 1971 hingga 1973, dilanjutkan sebagai diplomat di Kemlu dan pernah bekerja di Departemen Luar Negeri tahun 1972.
Selanjutnya di KBRI Bangkok tahun 1977 hingga 1981, pernah bekerja di PTRI New York tahun 1985 hingga 1989 dan KBRI Ottawa tahun 1992 hingga 1995.
Pada tahun yang sama, dia berhasil menjabat sebagai Direktur Amerika tahun 1995 hingga 1997, KBRI Washington DC tahun 1997 hingga 2000, dan berhasil menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Kamboja tahun 2000 hingga 2003.
Dia pernah menjabat sebagai Asisten Khusus Menlu urusan DPR RI (Komisi I/Luar Negeri-Pertahanan) tahun 2003 hingga 2005.
Selain itu, dia aktif di Indonesian Council on World Affairs (ICWA) dan menjabat sebagai anggota Executive Board ICWA mulai dari tahun 2004 hingga sekarang yang merangkap sebagai Chief Editor Journal ICWA dan Dosen FISIP Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) dan Dosen Universitas Paramadina.
Karirnya semakin bersinar dengan berhasil menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas YLBHI tahun 2005 dan pernah menjabat sebagai Ketua jurusan Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah tahun 2006 hingga 2010.
Selama dia menjabat sebagai Duta Besar untuk Kamboja, Nazaruddin memiliki karya buku yang berjudul “Pasang Surut Hubungan Diplomatik Indonesia-Kamboja” serta versi dalam Bahasa Inggris “Indonesia-Cambodia: Forging Ties Through Thick and Thin” tahun 2002.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Duta-Besar-Berdarah-Batak.jpg)