TRIBUNWIKI
DERETAN Duta Besar Berdarah Batak Berprestasi, Ada yang Mendapatkan Medali Penghargaan Bergengsi
Dubes juga berperan menjadi perwakilan diplomatik Indonesia di wilayah negara kerjasama dalam mewakili dan memperjuangkan kepentingan bangsa.
Penulis: Tria Rizki | Editor: Ayu Prasandi
Selang enam tahun kemudian, dia menulis buku yang berjudul Diplomasi Dalam Aksi, Dari Aktivis Menjadi Diplomat, dan Dinamika Politik Luar Negeri Indonesia tahun 2015.
Dan dia aktif sebagai anggota Governing Board of Indonesian Council on World Affairs (ICWA) dan anggota eksekutif Forum Duta Besar Republik Indonesia.
Baca juga: DERETAN Komposer Berdarah Batak Berprestasi, Ada yang Mendapatkan Gelar Komponis Nasional Indonesia
2. Nurmala Kartini Sjahrir
Dr. Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir yang sering disapa Kartini lahir tanggal 1 Februari 1950, adalah adalah Duta Besar Indonesia untuk Argentina tahun 2010.
Kartini adalah satu diantara putri Batak Toba dari pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Br. Naiborhu dan adik dari Luhut Binsar Pandjaitan yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia ke-13.
Saat di bangku sekolah, Kartini sangat aktif dalam bidang olahraga yang tercatat pernah mengikuti kejuaraan renang antar provinsi tahun 1959, menjadi peserta di cabang renang PON V tahun 1960.
Kartini alumni dari Universitas Indonesia jurusan Antropologi tahun 1976 yang pernah menjadi ketua Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Indonesia.
Setelah lulus, dia melanjutkan Pendidikan Magister di Boston University-Amerika tahun 1981, dan melanjutkan gelar Doktor tahun 1982.
Setahun kemudian, Kartini Kembali ke Jakarta dan bekerja sebagai dosen S1 Antropologi di Universitas Indonesia dab menjabat sebagai Chief Editor pada penerbitan buku Yayasan Obor Indonesia tahun 1983 hingga 1986.
Kartini juga pernah menjadi peneliti bidang sosial-ekonomi pada CPIS (Center for Policy and Implementation Studies) yang bekerja sama dengan Harvard University dan berafiliasi dengan Departemen Keuangan Republik Indonesia tahun 1986 hingga 1992.
Di tahun 1993 dia berhasil dengan menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI), Ketua Umum Partai Perjuangan Indonesia Baru (Partai PIB) atau yang lebih dikenal dengan Partai Kedaulatan Indonesia Baru (PKBIB) tahun 2007 hingga 2011.
Karirnya semakin cemerlang hingga berhasil menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia yang di lantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Argentina yang merangkap Republik Paraguay dan Republik uruguay tahun 2010.
Berkat kerjakerasnya, di tahun terakhir masa jabatannya sebagai Duta Besar mendapatkanmedali penghargaan bergengsi dari Pemerintah Argentina yaitu the Order deMayo el Merito en el Grando Cruz.
Dia pun melebarkan sayap di bidang jurnalistik dengan menyelesaikan buku yang berjudul “Rumah Janda” dan telah diterbitkan oleh Yayasan OBOR Indonesia (YOI) dan meluncurkan seri terbaru dari buku Rumah Janda II diterbitkan April 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Duta-Besar-Berdarah-Batak.jpg)