Pekerja Asal NTT Disekap

Pemilik PT Mitra Asia Sehati yang Diduga Sekap dan Siksa Pekerja Asal NTT Dibiarkan Polisi

Pihak kepolisian membiarkan PT Mitra Asia Sehati dugaan peyekapan dan penyiksaan terhadap

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
Katarina Kewa Tupen (tengah) saat diwawancarai soal dugaan penyekapan terhadap dirinya di Medan Tembung, Jumat (15/4/2022). TRIBUN-MEDAN/ALFIANSYAH 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - PT Mitra Asia Sehati diduga sudah lama menyekap dan menyiksa sejumlah pekerja asal NTT (Nusa Tenggara Timur).

Kuat dugaan, bahwa PT Mitra Asia Sehati turut melakukan tindak perdagangan manusia.

Sayangnya, pemilik PT Mitra Asia Sehati yang kini sudah dilaporkan ke polisi tidak ditangkap.

Bahkan, polisi terkesan membiarkan pemilik PT Mitra Asia Sehati berkeliaran tanpa mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Baca juga: Kasihan Sekali, Pekerja Asal NTT Disekap Hingga tak Bisa Jalan, Terduga Pelaku Malah Minta Rp 7 Juta

Menurut pekerja asal NTT bernama Katarina Kewa Tupen, bukan cuma dirinya saja yang diduga mengalami penyekapan dan tindak penyiksaan.

Katarina Kewa Tupen mengaku sempat melihat ada pekerja lain yang senasib dengannya ditampung di Perumahan Griya Albania, Kecamatan Medan Tembung.

"Setibanya saya di rumah penampungan, saya bertemu dengan dua wanita asalnya NTT juga, tapi enggak tahu kampungnya dimana," kata Katarina kepada Tribun-medan.com, Jumat (15/4/2022).

Baca juga: Cerita Pekerja Asal NTT yang Disekap, Berawal Dari Loker Facebook Hingga Mau Dikirim ke Singapura

Katarina mengungkapkan, saat bertemu itu ia sempat mengenalkan diri dan menyebutkam asalnya dari Adonara, Provinsi NTT.

Namun, kedua wanita yang ditemuinya itu agak tertutup dan tidak memberitahu informasi apapun kepada nya.

"Mereka tanya saya berasal dari mana, saya bilang dari Adonara. Setelah itu tidak ada dipertanyakan lagi, kami saling diam," sebutnya.

Katarina mengatakan, selang sekira dua hari kemudian, kedua perempuan senasib dengan nya itu diajak pergi ke bandara Kualanamu.

Tetapi, ia tidak mengetahui kemana akan dibawa kedua wanita tersebut.

Baca juga: CERITA Lusi soal Wanita Asal NTT Diduga Disekap dan Dianiaya di Tempat Penampungan Medan Tembung

Hanya mendengar tangisan dari dua orang gadis itu.

"Selang dua hari, kedua perempuan itu mau diantarkan ke bandara. Mereka menangis ketakutan, saya tidak bisa berbuat apa - apa, diam saja," sebut Katarina Kewa Tupen.

Ia menjelaskan, saat berada di dalam gudang penampungan, mereka tidak pernah berinteraksi apapun.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved