Breaking News:

60 Rumah Terdampak Kebakaran di Sei Sapung Jaya, Korban Butuh Makanan dan Penerangan

Sebanyak 280 jiwa menjadi korban kehilangan rumah akibat kebakaran yang terjadi di Dusun II, Desa Sei Apung Jaya, Kecamatan Tanjungbalai.

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI
SEJUMLAH anak tampak mengumpulkan sesuatu di lokasi kebakaran di Dusun II, Desa Sei Apung Jaya, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Minggu (17/4/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Sebanyak 280 jiwa menjadi korban kehilangan rumah akibat kebakaran yang terjadi di Dusun II, Desa Sei Apung Jaya, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Minggu (17/4.2022) subuh. Peristiwa tersebut mengakibatkan 60 rumah yang terdampak, 54 diantaranya ludes dilalap si jago merah. Sedangkan enam lainnya dihancurkan warga untuk mencegah api melebar.

Kepala Dusun II, Desa Sei Apung Jaya, Kecamatan Tanjungbalai, Ismail Zulkifli mengatakan,

Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan oleh warga berupa pasokan makanan serta penerangan lampu agar masyarakat dapat beribadah.

"Sudah ada satu tenda yang dipasang oleh BPBD. Rencananya mau dibangun dapur umum. Cuma disini kami belum ada penerangan karena listrik padam akibat kebakaran," katanya.

Ismail mengaku, tenda yang didirikan oleh pemerintah masih kurang untuk menampung seluruh korban kebakaran.

Seorang korban Lokot mengaku, yang dibutuhkan oleh mereka saat ini adalah tempat tinggal yang layak huni. "Setidaknya yang kami butuhkan ya rumah. Tidak yang lain-lain. Karena kami butuh tempat berteduh," katanya.

Dikatakannya, karena suasana Ramadan yang sudah dekat dengan hari raya Idul Fitri, ia meminta kepada pemerintah segera mencari solusi terkait permasalahan yang mereka hadapi.

Meskipun meminta solusi, korban kebakaran menolak dipindahkan ke rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) yang terletak di Kisaran.

"Kalau di sana tidaklah. Kami mencari makan dari laut. Kalau di sana, kami kemari lagi sudah pakai ongkos, belum lagi sewa rumahnya," katanya.

Sehingga dia meminta pemerintah Kabupaten Asahan untuk membantu mereka agar dapat membangun rumahnya seperti semua. "Kemarin bangun rumah walaupun kayu, setidaknya habis Rp 25 juta. Jadi ya kami harap itu saja. Karena kami tidak punya apa-apa lagi saat ini," pungkasnya.

Baca juga: Cerita Korban Kebakaran Kampung Nelayan Asahan, Pilih Naik Sampan Tinggalkan Harta saat Dikepung Api

Tak Ada Korban Jiwa

KEPALA Dusun II, Desa Sei Apung Jaya, Kecamatan Tanjungbalai, Ismail Zulkifli mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. "Korban jiwa Alhamdulillah tidak ditemukan," kata Ismail.

Hanya kerugian materil yang dialami oleh korban kebakaran yang mengakibatkan sedikitnya 54 Rumah terbakar dan enam lainnya dihancurkan untuk mencegah api meluas.

"Kerugian masih kami hitung berapa, dan rencana akan dilaporkan ke atasan," katanya.

Dikatakan Ismail, api berasal dari rumah milik salah seorang warga yang bernama Joni. "Rumahnya kosong karena ditinggalkan ke Medan. Sehingga diduga, api tersebut berasal dari korsleting listrik,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Sei Kepayang, AKP Sabran mengatakan, kebakaran tersebut diduga disebabkan korsleting listrik di salah satu rumah warga. Saat ini, api sudah berhasil dipadamkan oleh tim pemadam dan dibantu oleh pihak kepolisian dan TNI.

"Sudah padam pagi tadi," katanya.

“Pihak Polsek masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut.Kerugian berapa masih kita dalami," katanya.(cr2/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved