Ninja Sawit

Pihak Keamanan PTPN IV Kebun Pabatu Diduga Tangkap Lepas 'Ninja Sawit, Warga Sebut Diskriminasi

Petugas keamanan PTPN IV Pabatu dituding melakukan tangkap lepas ninja sawit yang beraksi di Afdeling I, Desa Kedai Damar

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
HO
Kantor perkebunan kelapa sawit milik PTPN IV kebun Pabatu, di Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, Rabu (27/4/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Dua orang pelaku pencurian tandan buah segar (TBS) di tempat pengumpulan hasil (TPH) perkebunan kelapa sawit milik PTPN IV Pabatu, tepatnya di afdeling I, Desa Kedai Damar, Kecamatan Tebingtinggi, Serdangbedagai (Sergai), diduga ditangkap lepas pada Jumat (22/4/2022) sekira pukul 11.00 WIB. 

Informasi yang diperoleh, kedua pelaku diduga sengaja ditangkap lepas oleh pihak pengamanan PTPN IV Perkebunan Pabatu

Dugaan tangkap lepas ini kian menguat, setelah warga bernama Wendi Hutabarat (47) yang betempat tinggal di Dusun V, Desa Naga Kesiangan, Sergai menceritakan kronologis kejadian pencurian kepada Tribun-medan.com

Menurut Wendi Hutabarat, kedua pelaku yang diduga sebagai pencuri TBS ini diketahui masing-masing berinisial H dan T warga  kelurahan Padang Merbau, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara. 

Baca juga: Menyesal Curi 3 Jenjang Buah Sawit, Klien Anak Bapas Medan Dikembalikan pada Orangtuanya

"Kedua pelaku ini sempat melarikan diri dari kejaran petugas keamanan kebun dengan mobil jenis minibus milik pelaku berinisial H. Namun H berhasil kabur. Sedangkan pelaku T berhasil ditangkap di Dusun I, Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebingtinggi, Sergai, atau sekitar 300 meter dari lokasi pencurian beserta mobil milik H yang ditinggal di lokasi penangkapan," ujar Wendi, Rabu (27/4/2022). 

Lanjut Wendi, T beserta mobil milik  H, kemudian dibawa ke pos keamanan kebun.

Namun pada sore harinya, T berserta mobil milik H dilepaskan oleh pihak keamanan PTPN IV kebun Pabatu.

"Dugaan tangkap lepas ini sangat disayangkan. Kami menganggap pihak keamanan kebun telah mengambil langkah sendiri dan mengabaikan upaya hukum," ujar Wendi. 

Baca juga: Pantas Minyak Goreng Mahal dan Langka, Terungkap Peran Tersangka, Pejabat dan 3 Bos Perusahaan Sawit

Selain itu menurut Wendi, pihak keamanan kebun dianggap telah melakukan diskriminasi terhadap beberapa warga sekitar kebun yang sebelumnya melakukan hal yang sama.

"Sebelumnya warga yang kedapatan mengambil berondolan sawit saja, kasus nya dilanjutkan sampai pengadilan. Sementara ini kedua terduga pelaku yang sengaja mengambil TBS di tempat pengumpulan hasil (TPH) malah dilepaskan," ujar Wendi. 

"Jadi ada apa, kita sebagai masyarakat sangat kecewa dengan diskriminasi hukum yang telah dilakukan oleh pihak perkebunan Pabatu," sambungnya. 

Sementara itu pihak Perkebunan Pabatu melalui Perwira Pengamanan (Papam), Dedi ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa salah satu pelaku yang diamankan berikut dengan mobil yang digunakan sudah dilepaskan.

Baca juga: Pingsan di Kebun Sawit, EL (17) Sadar Sudah di Semak-semak, Celana Melorot Rupanya Dirudapaksa Paman

"Benar satu pelaku dilepaskan berikut dengan mobil yang digunakannya, karena satu dari dua pelaku ini melarikan diri," ujar Dedi. 

Ketika disinggung soal sikap pihak perkebunan yang terkesan diskriminasi, Dedi malah balik bertanya kepada wartawan.

"Kenapa rupanya kalau saya damai Pak. Itu karena satu pelakunya lari, makanya saya suruh buat perjanjian, dan ditanda tangani orang tuanya," ujar Dedi.

Ditanya soal kendaraan yang digunakan oleh terduga pelaku, Dedi menegaskan sudah mengembalikan kepada orang tua pelaku.

"Ya saya kembalikan lah pada orang tuanya," ujar Dedi. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved