Imam Katolik Dimaki Wakapolres Samosir

IMAM KATOLIK Dimaki-maki Wakapolres Samosir, Pastor Sabat Nababan: Sudah Saya Maafkan

Imam Katolik, Pastor Sabat Nababan mengaku sudah memaafkan Wakapolres Samosir meski sempat dimaki-maki

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Waka Polres Samosir Kompol TM Tobing dan Pastor Sabat Nababan Pastor Paroki St Antonio Claret Desa Tomok Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, bercengkerama dan berdamai di kediaman pastor Sabat Nababan di Desa Tomok Kecamatan Simanindo Kabupaten samosir, Sabtu (18/6/2022) setelah sempat terjadi kesalah pahaman antara keduanya. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SAMOSIR - Imam Katolik, Pastor Sabat Nababan sempat dimaki-maki oleh Wakapolres Samosir, Kompol Togap M Lumbantobing.

Kasus Imam Katolik dimaki-maki ini pun ramai diperbincangkan masyarakat di Kabupaten Samosir, karena dinilai menghina tokoh agama.

Namun, setelah insiden Imam Katolik dimaki-maki itu, Pastor Sabat Nababan selaku korban mengaku sudah memaafkan Wakapolres Samosir, Kompol Togap M Lumbantobing.

"Sebenarnya dia sudah menemui saya sore harinya," kata Pastor Paroki Tomok, Minggu (19/6/2022).

Baca juga: Polisi Hina Pastor, Pemuda Katolik Minta Kapolda Sumut Minta Maaf dan Copot Wakapolres Samosir

Parulian Silalahi, Pastor Sabat Nababan, Wakapolres Samosir
Parulian Silalahi, Pastor Sabat Nababan, Wakapolres Samosir (HO / Tribun Medan)

Setelah kejadian pada Kamis (17/6/2022) lalu di Desa Tomok, Kabupaten Samosir itu, Pastor Sabat Nababan turut mengimbau jemaat dan masyarakat untuk tidak terprovokasi. 

Sebagai pemuka agama dan Imam Katolik, Pastor Sabat Nababan sudah mengikhlaskan kejadian yang menimpa dirinya.

Kata Imam Katolik ini, apa yang terjadi merupakan pembelajaran yang tidak boleh terulang kembali. 

"Kita ambillah hikmahnya, kita ambil pelajaran. Masing-masing belajar, mereka itu jangan jadi patentengan karena aparat, itu saja sebenarnya pelajaran berharga," sambungnya. 

Baca juga: Serangan Kelompok Bersenjata di Sebuah Gereja Katolik di Nigeria, Sebanyak 50 Orang Tewas

Ia juga menceritakan, dirinya terus bergumul saat mengendarai sepeda motor menuju tempat pelayanan setelah peristiwa tersebut.

Pasalnya, ia baru saja menyampaikan kotbah soal pengampunan yang termaktub dalam Doa Bapa Kami di tempat pelayanan sebelumnya. 

"Ya, sungguh dengan tulus hati. Enggak ada paksaan untuk saya. Kita belajar untuk membawa damai. Saya bergumul di atas sepeda motor menuju tempat yang baru, karena sebelumnya saya baru kotbahkan soal Doa Bapa Kami," terangnya. 

Baca juga: Pemuda Katolik Samosir Kecam Tindakan Wakapolres Samosir yang Menghina Pastor Paroki Tomok

Pada akhir wawancara, ia mengajak umat Katolik agar memaafkan peristiwa tersebut sembari mengambil hikmah. 

"Saya selalu mengajak umat selama satu hari ini di Tuktuk, jangan ikut berdosa dengan situasi di berita itu. Itu aja saya minta. Mri kita belajar bersama, kita pahami bersama, jangan jadi berdosa kita, ikut mengumpat, memaki, dan seterusnya itu," pungkasnya.

Diketahui, insiden Imam Katolik dimaki-maki Wakapolres Samosir, Kompol Togap M Lumbantobing ini saat keduanya sama-sama bertugas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved