Kontroversi Tewasnya Brigadir Yosua
KABAR TERKINI Bharada E Penembak Brigadir J Minta Perlindungan ke LPSK, di Mana Keberadaannya?
Hingga kini Bharada E, terduga penembak Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, tidak diketahui keberadaannya.
Kamaruddin menjelaskan, ketiganya perlu dinonaktifkan agar penanganan perkara ini bisa ditangani secara objektif.
Kemudian, Kamaruddin meminta supaya mobil yang dipakai Irjen Sambo dari Magelang turut diamankan.
"Demikian juga CCTV-CCTV dari Magelang mulai dari jalan tol itu supaya diamankan juga, lintas-lintasan yang mereka lintasi supaya percakapan-percakapan antara nomor telepon Brigadir Yoshua Hutabarat dengan pimpinannya supaya disita juga dari Telkom atau dari operator," tutur Kamaruddin.
Lebih jauh, Kamaruddin meminta agar ponsel Sambo beserta istrinya, PC, disita.
Tidak hanya itu, kata Kamaruddin, ponsel Bharada E serta ajudan Sambo lainnya perlu dilakukan penyitaan.
Kamaruddin mensinyalir, bahwa kematian Brigadir J ada kaitannya dengan dugaan pembunuhan berencana.
Maka dari itu, ia mendatangi Mabes Polri dengan melampirkan sejumlah bukti.
Sudah dua kali diperiksa
Diberitakan tribun-medan.com sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, Irjen Ferdy Sambo sudah diperiksa oleh penyidik terkait kasus penembakan Brigadir J di rumahnya.
Dedi menyebutkan, Sambo diperiksa oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.
"Ya, sudah memberikan keterangan ke penyidik Polrestro Jaksel," ujar Dedi saat dimintai konfirmasi, Senin (18/7/2022).
Meski begitu, Dedi menekankan pihaknya masih menunggu hasil dari tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dengan demikian, hasil akhir yang disampaikan mengenai tewasnya Brigadir J bisa komprehensif.
Terpisah, pengacara keluarga Irjen Sambo, Arman Hanis membenarkan bahwa kliennya sudah diperiksa polisi sebanyak dua kali.
"Iya benar, sudah dua kali diperiksa," ucap Arman.
Menurut dia, Sambo dimintai keterangan oleh tim khusus pada Kamis (14/7/2022) dan Jumat (15/7/2022)