Breaking News:

Sumut Terkini

KURIKULUM Merdeka Mulai Diterapkan di Dairi, Akan Dilakukan Bertahap

Sekretaris Dinas Pendidikan Dairi, Agel Siregar mengatakan, penerapan kurikulum merdeka tahun ini akan dilaksanakan bagi pelajar SD dan SMP.

HO / TRIBUN
Siswa berdoa bersama setelah menyelesaikan Ujian Sekolah (US) atau Ujian Nasional (UN), Senin (19/5/2014). Berdoa merupakan satu dari beberapa contoh norma agama. 

TRIBUN-MEDAN. COM, SIDIKALANG - Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi akan menerapkan kurikulum merdeka pada tahun ajaran 2022-2023.

Sekretaris Dinas Pendidikan Dairi, Agel Siregar mengatakan, penerapan kurikulum merdeka tahun ini akan dilaksanakan bagi pelajar SD dan SMP.

"Untuk tahun ini, kurikulum merdeka akan kita berlakukan kepada siswa SD kelas 1 dan kelas 4. Lalu tahun depan, siswa kelas 2 dan kelas 5. Tahun berikutnya lagi kelas 3 dan kelas 6. Begitu juga dengan SMP. Tahun ini kelas 7, tahun depan kelas 8, tahun depan kelas 9. Baru di tahun 2024, kita terapkan semuanya, " Ujarnya kepada Tribun Medan, Senin (1/8/2022).

Baca juga: Dinas Pendidikan Dairi Kembali Wajibkan Guru dan Siswa Pakai Masker, Tindaklanjuti SE Menteri Nadiem

Agel menjelaskan, nantinya dalam penerapan kurikulum merdeka, seluruh proses belajar mengajar akan diberlakukan secara digital, dimana setiap guru dan siswa akan diberikan akun id belajar.

"Jadi setiap guru dan murid akan punya akun. Proses belajar mengajarnya secara digital. Jadi guru dan murid harus pakai handphone dan jaringan, " Jelasnya.

Terkait hal itu, tentu akan menjadi tantangan baru bagi Pemerintah Kabupaten Dairi, untuk menyalurkan jaringan sinyal kepada seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Dairi.

"Itu akan kita benahi, bagaimana seluruh sekolah bisa memiliki jaringan.  Termasuk sarana dan prasarana nya seperti komputer. Karena kan enggak semua siswa punya HP, " Ungkapnya.

Baca juga: Dinkes Dairi Belum Laksanakan Penyuntikan Vaksin Booster Kedua, Ini Alasannya

Selain itu, dalam kurikulum merdeka, nantinya para murid akan lebih banyak belajar di luar kelas ketimbang di dalam kelas.

"Jadi ketika proses belajar mengajar itu, para guru tidak akan monoton di dalam kelas. Mungkin proses belajar mengajar yang biasanya 100 persen, akan menjadi 75 persen. Jadi akan di kasih peluang kepada siswa untuk mencari ilmu sendiri diluar, " tandasnya

(Cr7/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved