Demo Pengungsi
Kabur dari Negaranya, WN Somalia Banyak yang Stres dan Gila Tinggal di Indonesia
Warga Negara Somalia menggeruduk kantor UNHCR, minta dikirim ke negara dunia ketiga
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Puluhan pengungsi dari Somalia menggeruduk kantor UNHCR di Jalan Listrik, Kota Medan, Senin (8/8/2022).
Para pengungsi Somalia itu meminta UNHCR mengirim mereka ke negara dunia ketiga, setelah bertahun-tahun tinggal di Indonesia, karena lari dari negaranya akibat konflik.
Saat melakukan aksi, pengungsi Somalia membeberkan keluh kesahnya, mengenai kehidupan selama tinggal di Indonesia.
Baca juga: ABK Asal Siantar Meninggal di Perairan Somalia, Keluarga di Siantar Mengadu ke Presiden
"Saya berada di sini dari bulan Mei tahun 2014. Saya tinggal di Medan sudah sembilan tahun, jadi waktu masuk ke sini saya muda, sekarang sudah tua," kata Said, seorang pengungsi Somalia kepada Tribun-medan.com, Senin (8/8/2022).
Ia mengatakan, selama berada di Indonesia, mereka sudah kehilangan masa depan.
Mereka tidak mendapatkan pendidikan dan juga kebebasan beraktivitas seperti manusia normal pada umumnya.
"Anak-anak tidak ada masa depan, enggak ada edukasi atau pelajaran, enggak ada kehidupan sehari-hari," kata Said.
Baca juga: Kisah Doni Monardo Bersama Kopassus, Denjaka dan Kopaska 9 Tahun Hancurkan Bajak Laut Somalia
Said bilang, pemerintah Indonesia melarang mereka beraktivitas bersama warga lokal.
"Tidak boleh belajar atau sekolah, tidak boleh bawa kendaraan," sebutnya.
Said menjelaskan, akibat hidup mereka dibatasi dengan segala peraturan dari pemerintah, banyak pengungsi yang mengalami depresi.
"10 tahun tidak boleh beraktivitas di Indonesia. Kami semua minum obat stres karena gila, kalau hidup begini. Kalau kita bilang sama pemerintah Indonesia untuk menolong kami, UNCHR tidak jawab," ungkapnya.
Baca juga: MINIBUS Terkena Ranjau, 15 Penumpang Tewas Seketika, Betapa Kejamnya Teroris Somalia
Dikatakannya, banyak dari mereka juga yang telah meninggal dunia di pengungsian karena depresi ataupun sakit.
"Mereka mau kita mati di sini. Banyak pengungsi kami sudah mati di rumah sakit," tuturnya.
Ia bersama puluhan pengungsi lainnya berharap kepada pemerintah Indonesia dan pihak UNCHR agar segera memberangkatkan mereka ke negara ketiga, seperti Australia, Kanada, Amerika dan yang lain-lain.
"Jadi kalau begini cara nya, bagaimana mana kita bisa hidup di Indonesia. Jalau tidak berangkat saja kita ke negara ketiga. Sejauh ini UNHCR hanya diam," katanya.
Baca juga: Dikenal Sadis dan Ganas, Tragis Nasib 4 Bajak Laut Somalia setelah Gagal Membajak Ikan Taiwan