Puasa Sunah

Macam-macam Puasa Sunnah yang Dianjurkan, Berikut Niat dan Doanya

Puasa sunah juga dilakukan pada waktu-waktu tertentu, tidak setiap saat bisa dilakukan.

Tayang:
Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Ayu Prasandi
Kompas
Ilustrasi puasa 

Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah tarwiyah karena Allah ta'ala."

Setelah membaca niat puasa, Anda bisa menjalankan sahur dan puasa tarwiah pagi-pagi keesokan harinya.

Baca juga: NIAT Puasa Ayyamul Bidh, Tata Cara dan Keutamaan Puasa bagi Kesehatan

6. Puasa Arafah

Puasa Arafah dirayakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa 9 hari Muharram sangat dianjurkan bagi Muslim yang tidak menjalankan ibadah haji.

Hari ini dikenal sebagai Hari Arafah, umat Islam yang berziarah untuk melakukan wukuf dipadang Arafah.

Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata), ”Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang (keutamaan) puasa pada hari Arafah?” Maka beliau menjawab, “ Menghapuskan (kesalahan) tahun yang lalu dan yang sesudahnya.” H.R. Muslim.

Niat puasa Arafah

Nawaitu sauma arafah sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa Arafah, karena Allah ta'ala."

Niat puasa Arafah ini bisa dibaca begitu selesai menjalankan ibadah puasa Tarwiyah di hari sebelumnya.

Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah

"NAWAITU SHAUMA 'AROFATA SUNNATAN LILLAAHI TA'AALA"

Artinya: "Aku niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala"

Baca juga: NIAT Puasa Nazar, Keutamaan serta Tata Cara Melaksanakannya

7. Puasa Tasu'a

Puasa Tasu'a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini digabung dengan puasa keesokan harinya, yaitu tanggal 10 Muharram. Karena orang Yahudi juga berpuasa pada hari yang sama dengan tanggal 10 Muharram.

Niat Puasa Tasu'a

" NAWAITU SAUMA GHODIN MIN YAUMI TASU'A SUNNATAN LILLAHI TA'ALA."

Artinya: “ Aku berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta’ala.”

8. Puasa Asyura

Puasa asyura dirayakan pada tanggal 10 Muharram. Bulan Muharram memiliki keutamaan yang paling istimewa dan penuh dengan bulan Muharram. Hari itu adalah Asyura, tanggal 10 Muharram.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).

Niat Puasa Asyura

NAWAITU SHAUMA GHADIN 'AN ADAI SUNNATIL AASYUURAA LILLAAHI TA'AALAA.

Artinya:

"Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

9. Puasa Syaban

Puasa Syaban adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan Syaban, bulan sebelum Ramadhan. Bulan Syaban adalah bulan yang sering diabaikan orang karena berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan.

Puasa Syaban dapat dilakukan sepanjang bulan Syaban. Sebagian orang berpuasa Syaban pada malam Nisfu Syaban.

Nisfu Syaban adalah hari ke-15 bulan ke-8 penanggalan Islam. Malam Nisfu Syaban dianggap sebagai malam pengampunan, pembebasan dan berkah.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan,

“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak daripada puasa bulan Sya'ban. Terkadang hampir beliau berpuasa sya'ban sebulan penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh, Ibadah Puasa Sunnah yang Memiliki Banyak Keutamaan

Niat Puasa Syaban

NAWAITU SHAUMA GHADIN AN ADA'I SUNNATI SYA'BANA LILLAHI TA'ALA

Artinya:

"Aku berniat puasa sunah Sya'ban esok hari karena Allah SWT."

(cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved