Medan Terkini
DUA Pembunuh ASN Pemkab Asahan Pincang Kakinya Ditembak Polisi
Dua orang abang beradik diringkus oleh pihak kepolisian, setelah membunuh ASN Pemkab Asahan bernama Abdul Aziz Rambe.
Lebih lanjut, Valentino mengatakan, atas perbuatannya kedua pelaku dikenakan pasal 338 Jo 55 dan 56 dan juga pasal 365 ayat 3 dan 4.
"Hukumannya di atas sembilan tahun penjara," katanya.
KONDISI Mayat ASN Pemkab Asahan Diungkap Polisi, Sudah Membusuk dan Sulit Dikenali
Jenazah Abdul Aziz Rambe, ASN Pemkab Asahan ditemukan dalam keadaan telah membusuk di kawasan Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa saat dikonfirmasi.
Baca juga: RAFATHAR Pilih Bawa Bekal dari Rumah ketimbang Jajan di Luar, padahal Nagita Beri Uang Saku
Ia mengatakan, saat pertama kali ditemukan jasad ASN tersebut telah membusuk dan sudah tidak dikenali lagi.
"Kondisi mayat sudah membusuk, tidak bisa dikenali. Kita lakukan pencarian identitas dengan menghubungi Kepling, Lurah dan tokoh pemuda sekitar," kata Fathir kepada Tribun-medan, Minggu (7/8/2022).
Fathir menjelaskan, saat ditemukan memang petugas sempat kesulitan mengidentifikasi jasad korban, karena telah membusuk.
Baca juga: TRAGIS, Kakak Beradik Tewas saat Hadiri Pemakaman Adat Batak Sari Matua, Duka Bertimpa Duka
"Memang dari sidik jarinya nggak bisa kita ambil karena sudah melepuh, wajahnya juga sudah tidak bisa dikenali. Tapi memang ciri-cirinya ada terlihat," sebutnya.
Dikatakannya, jasad yang ditemukan itu langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan.
Selang beberapa hari, pihaknya mendapatkan informasi dari keluarga korban yang meyakini bahwa jenazah tersebut adalah Abdul Aziz Rambe.
"Kemarin ada keluarga yang menyatakan keluarganya hilang, kemudian kami tindaklanjuti dengan memperlihatkan ciri-ciri fisik. Kalau pihak keluarga sudah menyatakan kalau jenazah ini bapak itu (Abdul Aziz Rambe)," bebernya.
Baca juga: BHARADA E Ungkap Kematian Brigadir J, Ngaku Tembak dari Dekat hingga bukan Ajudan Irjen Ferdy Sambo
Lebih lanjut, ia mengatakan meski demikian pihaknya masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil autopsi untuk memastikan apakah memang benar jenazah tersebut merupakan ASN Pemkab Asahan yang sempat dilaporkan hilang.
"Kita harus memastikan lagi, mendalami lagi. Kalau untuk identitas aslinya kami kan menunggu dari hasil autopsi," ungkapnya.
Fathir juga mengungkapkan, bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian dari korban.
"Karena kondisi jenazah sudah mulai membusuk, tapi kita menunggu hasil autopsi bagaimana hasilnya nanti akan disampaikan dokter kalau dia meninggal karena apa," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Dua-pembunuh-ASN-Pemkab-Asahan_Abdul-Azis-Rambe_.jpg)