Sosok

Drop Out dari USU, Surya Paloh Berhasil Jadi Politisi dan Pengusaha yang Disegani di Indonesia

Sosok Surya Paloh sudah banyak dikenal masyarakat. Pengusaha dan politisi ini sering kali wara-wiri di Televisi.

Tayang:
Penulis: Putri Chairunnisa |
TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA
Ketua Umum Parta Nasional Demokrat (NasDem), saat diwawancarai usai membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) NasDem Sumut, Kamis (3/3/2022). (Tribun-medan/Rechtin) 

TRIBUN-MEDAN.COM – Sosok Surya Paloh sudah banyak dikenal masyarakat. Pengusaha dan politisi ini sering kali wara-wiri di Televisi.

Surya Paloh adalah pemilik sekaligus pemimpin beberapa perusahaan media, diantaranya adalah Harian Media Indonesia, Lampung Post, dan Stasiun Televisi Metro TV.

Surya Paloh saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Surya Dharma Paloh atau yang lebih dikenal dengan Surya Paloh lahir di Banda Aceh 16 Juli 1951 dan besar di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Saat masih duduk di bangku SMA, Surya Paloh mulai berdagang dengan menjajakan ikan asin, teh, karung goni, dan lainnya ke beberapa kedai kecil atau ke perkebunan PT Perkebunan Nusantara yang ia beli dari gurunya dalam dunia usaha.

Ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara namun karena tidak selesai, ia melanjutkan pendidikan sarjananya di Universitas Islam Sumatera Utara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Sejak masih muda Surya Paloh terkenal aktif berorganisasi, ia mendirikan dan memimpin organisasi massa yang sama-sama menentang kebijakan pemerintahan Orde Lama yang bernama Kesatuan Gerakan Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI).

Ia pernah bekerja sebagai Manajer Travel Biro Seulawah Air Service setamat SMA lalu mengelola wisma di Medan saat di bangku perkuliahan.

Pada tahun tahun 1973 ia dipercaya menjadi Direktur Utama PT Ika Diesel Bros yang menjalankan usaha distributor mobil Ford dan Volkswagen di Medan bersama kakak iparnya Jusuf Gading.

Lalu, pada tahun 1975 ia dipercaya menjadi kuasa usaha direksi Hotel Ika Darroy yang terletak di Banda Aceh, sambil merangkap sebagai Direktur Link Up Coy, Singapura, yang bergerak di bidang perdagangan umum.

Kesuksesan Surya Paloh melambung ketika ia melihat adanya peluang di usaha di bidang media lalu mendirikan koran Harian Pagi Prioritas pada 2 Mei 1986.

Namun sayang sekali kejayaan surat kabar yang didirikan atas dasar impiannya yang ingin membuat perusahaan media yang sesuai idealismenya hanya bertahan seumur jagung karena pencabutan SIUPP oleh pemerintah.

Harian Pagi Prioritas dinilai kurang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik Indonesia. Tak berhenti di situ, Surya Paloh kembali mengembangkan bisnis media dengan membangkitkan Majalah Vista bersama Achmad Taufik.

Pada tahun 1989, bersama dengan Drs. T. Yously Syah, Surya Paloh mengelola koran Media Indonesia.

Atas persetujuan Yously sebagai pemilik dan pemimpin redaksinya, Surya Paloh memboyong Media Indonesia ke Gedung Prioritas dan menyajikan surat kabar ini seperti Prioritas.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved