Brigadir J Ditembak Mati
Selain Ferdy Sambo dan Bharada E, Komnas HAM Sebut Ada Satu Tersangka Lagi Ikut Tembak Birgadir J
Komnas HAM mengklaim ada tiga tersangka yang menembak Brigadir Yosua Hutabarat sebelum meninggal dunia.
Komnas HAM Sebut Motif Pelecehan
Pernyataan Komnas HAM yang menyimpulkan ada motif pelecehan seksual dalam kematian Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J mendapatkan sorotan netizen.
Komnas HAM mendadak membuat netizen berasumsi negatif. Lantaran, Komnas HAM telah memberikan hasil investigasi ke Kapolri dengan menyatakan tidak ada penyiksaan dan menyebutkan Brigadir J melecehkan Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.
Keluarga Brigadri J pun marah dengan pernyataan Komnas HAM yang menyebutkan Brigadir J melecehkan Putri. Apalagi, Polisi sudah menyatakan tidak ada unsur pelecehan.
Ketua Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) Ahmad Taufan Damanik memberikan jawaban singkat dan terkesan ketus kepada wartawan.
Saat disinggung tak ada pelecehan dalam penyelidikan polisi, Taufan meminta penyidik kepolisian menggali motif lain jika dugaan pelecehan seksual Brigadir Yoshua terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tidak terbukti.
Taufan meyakini ada motif lain jika ternyata Putri Candrawathi berbohong soal pelecehan seksual di Magelang.
Seperti yang diketahui, Putri Candrawathi mengaku dilecehkan Brigadir Yoshua di rumah dinas Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga Jakarta. Lalu berubah di Magelang.
Namun, polisi akhirnya menghentikan laporan itu karena peristiwa itu tidak pernah ada.
“Kalau ternyata yang sekarang ini ada indikasi bohong, maka berarti ada kemungkinan motif lain," ujar Taufan seperti yang dikutip dari Kompas.com, Jumat (2/9/2022).
Menurut Taufan, Ferdy Sambo tidak mungkin membunuh orang secara sadis tanpa motif.
Dia mendorong polisi mencari motif lain apabila ternyata pada akhirnya juga tidak ada peristiwa pelecehan seksual di Magelang oleh Brigadir Yoshua.
"Jangan-jangan soal apa, soal permafiaan kah," ucapnya.
Taufan memaparkan Ferdy Sambo pasti ditanya hakim mengenai alasannya membunuh Brigadir J dan tidak mungkin dia menjawab sekadar iseng.
“Enggak mungkin dia ngomong gitu kan," tuturnya.