Medan Terkini

INISIAL 3 Oknum Polisi Polrestabes Medan yang Dilaporkan ke Propam Polda, Ini Kasus yang Ditangani

Tiga oknum personel Polrestabes Medan berinisial Briptu RAH, Briptu YRR dan Ipda FSS dilaporkan seorang istri tersangka ke Propam Polda Sumut

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
HO
Isteri terlapor Sin Guan (kaus merah) bersama penasehat hukum Baharaja, didampingi Budi Rivileno Bakara usai melapor oknum personel Polrestabes Medan ke Propam Polda Sumut, Selasa (6/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tiga oknum personel Polrestabes Medan berinisial Briptu RAH, Briptu YRR dan Ipda FSS dilaporkan seorang istri tersangka ke Propam Polda Sumut, Selasa (6/9/2022).

Dalam laporannya ke Propam Polda Sumut, penasehat hukum Baharaja, mengatakan oknum personel Polrestabes Medan telah melakukan kesalahan prosedur dalam penanganan perkara yang dilaporkan oleh Sincai (50).

Ia mengatakan, banyak kejanggalan yang ditemukan dalam penanganan kasus tersebut mulai dari dilapor, penangkapan hingga penahanan terlapor Sin Guan (41).

Baca juga: HARGA EMAS Antam Medan Anjlok Sampai Rp 9000, saatnya Berinvestasi

"Oknum tersebut diduga melanggar Peraturan Polri No. 7 Tahun 2022 tentang kode etik profesi," ujar Baharaja, Selasa (6/9/2022).

Baharaja menerangkan, awalnya Sin Guan dilaporkan atas dugaan penggelapan satu unit mobil Mazda Biante oleh Sincai yang tidak lain adalah adik ipar sekaligus rekan bisnis terlapor.

Padahal mobil tersebut dibeli dari Showroom mereka dengan cara pembayaran tunai sebanyak dua kali sebesar Rp.160 Juta.

Baharaja menduga laporan tersebut dibuat Sincai sebagai alasan menutupi kondisi bisnis Showroom yang Sin Guan dan Sincai jalani seolah-olah merugi.

Baca juga: BERITA Populer Hari Ini, Pelaku Skimming Bank Sumut hingga Konten Baim Wong Dihujat Lagi

Padahal, showroom tersebut untung sekitar Rp 2 Miliar.

Dugaan ketidakprofesionalan ini karena oknum personel Polrestabes Medan disebut langsung membuat surat dimulainya penyelidikan perkara (SPDP) dan terlalu dini menetapkan Sin Guan sebagai tersangka.

Terlapor pun ditangkap di Jakarta oleh oknum personel Polrestabes Medan.

"Laporan dibuat bulan April 2022 dugaan penggelapan mobil sejak Desember 2021. Tanggal 13 Juli 2022 langsung lidik dikeluarkan SPDP padahal harusnya dilakukan penyelidikan terlebih dahulu," katanya.

Kejanggalan lain pun setelah Sin Guan ditangkap. Baharaja menyebut dalam surat penangkapan itu harusnya tanggal 13 Juli, namun ia kliennya ditangkap sehari sebelumnya.

"Tanggal 12 Juli 2022 terlapor ditangkap di daerah Pantai Kapuk Jakarta, padahal surat penangkapan tertanggal 13 Juli 2022,"ucapnya.

Ketidakprofesionalan oknum Polrestabes Medan itu pun ia ungkapkan karena setelah ditangkap mereka makan di sebuah restoran bersama-sama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved