TRIBUNWIKI

SOSOK St. Harangan Wilmar Hutahaean, Pengusaha Ternama Indonesia Berdarah Batak

Wilmar menikah dengan Tio Monica boru Sibarani dari pernikahan keduanya memiliki 3 orang putra, 5 orang anak perempuan dan 20an orang cucu

Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Ayu Prasandi
HO
St. Harangan Wilmar Hutahaean 

Demikian juga, ia memiliki kemauan yang kuat untuk melestarikan ekologi dan lingkungan. Misalnya, PT Hutahaean terlibat dalam budidaya dan penggilingan kelapa sawit.

Lokasi peternakan terletak strategis di provinsi Riau, yang memiliki kondisi iklim yang menguntungkan untuk budidaya pohon kelapa sawit.

Baca juga: SOSOK Marihad Simon Simbolon, Pengusaha Sukses dari Tanah Batak Pendiri Perusahaan Parna Raya Group

Kemudian ada Program Plasma, sebuah rencana yang dirancang oleh pengembang perkebunan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit untuk pertanian kecil.

Sebagai pemilik bisnis yang baik, Hutahaean juga memiliki minat sosial.

Hal ini terlihat dari misi yang diemban oleh perusahaan induk, yang tidak hanya memperhitungkan keuntungan tetapi juga terkait nilai, lingkungan dan kelestarian manusia.

Selain itu, Hutahaean juga memikirkan di bidang pendidikan. Memberi beasiswa, honorarium guru, bangunan sekolah dan pengadaan, peralatan laboratorium.

Di mata para pengusaha Pekanbaru, nama Harangan Wilmar dikenal sebagai pengusaha Tajir.

Beliau merupakan salah satu simbol pengusaha sukses di kota Pekanbaru pada level menjadi pengusaha nasional.

Selain itu, usahanya kini merambah ke bisnis hiburan. Misalnya, mengenai konsep bisnis hiburan, ia mengamati dengan seksama prospek bisnis tersebut ketika berkunjung ke Bandung.

Namun, dengan logika dan feeling, Harangan harus bisa menebak untung dan ruginya membuka bisnis seperti itu.

Dengan ia memulai dengan pengumpulan data, dan membandingkan satu dengan yang lain, lalu membuat keputusan bisnis.

Sejak ekonomi keluarga sudah bagus, dia mulai menumbuhkan minatnya akan golf. Lalu, berpikir mengapa kalau hobby tidak dijadikan dengan bisnis.

Maka jadilah dia menjalankan bisnis, juga karena hobby, akan lebih baik.

Baca juga: SOSOK Ini Pengganti Thomas Tuchel Sebagai Pelatih Chelsea, Bukan Zidane atau Pochettino

“Saya sendiri dalam mempertimbangkan untuk membangun bisnis, selain hobby bisa juga dipertimbangakan prospek ke depan. Ketika mendirikan lapangan golf misalnya, selain nanti saya dengan leluasa main golf. Investasi untuk kenaikan harga tanah relatif lebih tinggi kalau sudah menjadi lapangan golf.”

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved