Ngopi Sore

Camilla, Pelakor Jadi Permaisuri

Belakangan terungkap pernikahan Charles dan Diana tak sepenuhnya "ajaib". Cinta Charles telah terpatri untuk Camilla seorang.

Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
int/people
Foto dokumentasi momentum kebersamaan Pangeran Charles dan Camilla 

KABAR mangkatnya Ratu Elizabeth II, dalam usia 98, tersebar ke seluruh penjuru dunia. Inggris tentu berduka. Bendera setengah tiang dikibarkan. Air mata membuncah. Banyak aktivitas ditunda, atau sekiranya pun tetap dilaksanakan, semua yang terlibat dalam acara terlebih dulu memanjatkan doa hening cipta.

Situasi di negara-negara persemakmuran dan koloni-koloninya (53 negara), barangkali, kurang lebih serupa. Tulus tidak tulus duka mesti ditunjukkan. Di negeri ini, yang tengah dilimbung protes akibat keputusan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, ada segelintir orang menuliskan ‘RIP’ di media sosial.

Elizabeth Alexandra Mary dinobatkan sebagai Ratu Inggris pada 2 Juni 1953. Sebelum disahkan lewat upacara yang disiarkan langsung oleh sejumlah stasiun televisi kala itu, Elizabeth telah menjalankan tugas memimpin Kerajaan Inggris Raya sejak setahun sebelumnya. Persisnya 6 Februari 1952. Ia menggantikan ayahnya, Raja George V yang mangkat lantaran sakit.

Elizabeth II kemudian bertahta selama 70 tahun. Rentang waktu yang terbilang sangat panjang. Di antara para raja dan ratu Inggris, terhitung sejak era awal Dinasti Wessex pada 802 masehi, hanya Ratu Victoria yang durasi pemerintahannya sepanjang Elizabeth. Ratu Victoria berkuasa dari tahun 1837 sampai mangkat tahun 1907.

Mangkatnya Elizabeth II, secara otomatis membuat tahta Kerajaan Inggris diduduki Charles Philip Arthur George. Charles yang lahir 14 November 1948 merupakan anak tertua Elizabeth dengan suaminya, Pangeran Philip. Tiga anak mereka yang lain adalah Anne Elizabeth Alice Louise, Andrew Albert Christian Edward, Edward Anthony Richard Louis.

Charles sekarang bergelar Raja Charles III. Kerajaan Inggris sebelumnya telah memiliki dua raja bernama Charles yakni Charles II yang berkuasa pada 1660-1685 dan Charles I pada 1625-1649. Namun, bukan perkara silsilah ini yang menarik perhatian. Bukan pula fakta bahwa di antara para raja dan ratu Inggris, Charles akan menjadi raja berusia saat dilantik. Raja tertua saat dilantik sebelumnya adalah Raja William IV yang naik di tahun 1830 pada usia 64. William IV hanya memerintah selama tujuh tahun. Bahkan boleh dikata, hal menarik ini memang tidak datang dari Charles.

Lantas dari siapa? Tiada lain dan tiada bukan dari Camilla Rosemary Shand, perempuan yang kemudian dikenal sebagai Camilla Parker Bowles. Iya, memang tidak ada yang lebih menarik dari Camilla. Tahun 2005, Charles menikahinya, setelah melewati perjalanan kisah asmara yang panjang berliku dan serba panas menyengat sejak 1971.

Foto yang menunjukkan dugaan pertemuan Pangeran Charles dan Camilla Rosemary Shand pada satu pertandingan Polo di Inggris pada medio awal 1970-an
Foto yang menunjukkan dugaan pertemuan Pangeran Charles dan Camilla Rosemary Shand pada satu pertandingan Polo di Inggris pada medio awal 1970-an (int/mirror)

Charles bertemu Camilla pada satu pertandingan polo (permainan yang kerap dimainkan keluarga bangsawan Inggris: perpaduan hoki, golf, dan berkuda). Saat itu, konon, Camilla tengah menjalin hubungan percintaan dengan Andrew Parker Bowles, seorang perwira Angkatan Darat Inggris.

Hubungan Charles-Camilla tidak berjalan mulus. Keduanya kerap putus-sambung, dan pada tahun 1973, secara mendadak, Camilla menerima lamaran Parker Bowles. Mereka menikah di tahun yang sama. Charles patah hati. Namun, hubungan mereka tidak lantas sepenuhnya putus.

Diam-diam, Charles masih mengirimkan hadiah-hadiah untuk Camilla. Satu di antaranya gelang emas, dengan mainan berbentuk bandul bertuliskan huruf F dan G. Majalah Vanity Fair menulis, F dan G adalah ‘Fred’ dan ‘Glady’s’, semacam panggilan sayang antar Charles dan Camilla.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved