Perambah Hutan

8 Orang Perambah Hutan Lae Pondom Ditangkap, Tapi Cuma Satu yang Jadi Tersangka

Polisi cuma menetapkan satu orang tersangka terkait kasus perambahan hutan di Lae Pondom

HO
Tersangka perambah hutan Lae Pondom 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIDIKALANG - Petugas Sat Reskrim Polres Dairi cuma menetapkan satu tersangka dari delapan orang pelaku perambah hutan Lae Pondom.

Satu orang yang dijadikan tersangka perambah hutan Lae Pondom ini diketahui berperan sebagai penggarap.

Sementara itu, tujuh lainnya dilepas begitu saja oleh polisi.

Menurut informasi, satu orang yang dijadikan tersangka berinisial THS. 

Baca juga: 6 Terduga Perambah Hutan Dibekuk saat Akan Tanami Bibit di Hutan Lae Pondom

"Satu orang yang kami tetapkan tersangka itu berperan sebagai penggarap sekaligus yang menduduki suatu wilayah, yakni hutan tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Rismanto J Purba, Minggu (11/9/2022).

Sementara itu, penggarap lainnya yakni JS dan 6 pekerjanya cuma dijadikan saksi.

"Kalau JS itu hanya berstatus sebagai saksi karena dia hanya menggarap, tapi tidak menduduki wilayah itu. Sementara 6 pekerja lainnya hanya sebagai pengikut saja. Makanya kita tetapkan sebagai saksi," katanya. 

Baca juga: Hutan Lae Pondom Dirusak, Pemkab Dairi Bentuk Tim Gabungan TNI/Polri Seser Pelaku Ilegal Logging

Lanjut Rismanto, antara JS dan JHS merupakan saudara satu bapak, dan mengklaim bahwa lahan yang mereka gunakan untuk bercocok tanam merupakan tanah leluhur warisan.

"Jadi mereka (JS dan JHS) mengklaim bahwa masing - masing tanah seluas 1 hektare merupakan tanah warisan leluhur mereka. Sementara itu, JHS itu yang mengerjakan tanah miliknya dan tanah JS untuk ditanami sayuran kol, buah Jeruk," sebutnya.

Baca juga: Hutan Lae Pondom Rusak dan Gundul Dirambah Diduga Mafia Ilegal Logging

Dirinya pun tidak menepis bahwa JS sewaktu - waktu akan berstatus tersangka, tergantung hasil penyidikan selanjutnya.

"JS saat ini masih berstatus sebagai saksi dan sewaktu-waktu sesuai perkembangan alat bukti yang ditemukan dalam proses penyidikan dapat berubah, untuk para pekerja berdasarkan fakta-fakta penyidikan yang sudah dilakukan, hanya sebagai penerima upah harian diperladangan tersebut tanpa mengetahui tentang status tanah yang masuk dalam kawasan hutan," tegasnya.(cr7/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved