Update Kasus Pembunuhan Brigadir J
KETERANGAN Beda Bripka RR dari Skenario Sambo, Siap Berhadapan dengan Sambo di Sidang
Bripka RR balik arah tak lagi ikut skenario buatan Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. Bripka RR
2. Sempat merasa takut pada Ferdy Sambo
Erman Umar mengungkapkan, Bripka RR sempat merasa takut pada Ferdy Sambo hingga memutuskan mengikuti skenario yang dibuat.
Rasa takut itu, ujar Erman, muncul lantaran status Ferdy Sambo yang merupakan atasan Bripka RR.
Kendati demikian, keberanian Bripka RR kemudian muncul setelah keluarganya memberikan penguatan.
“Itu kan (skenario baku tembak Ferdy Sambo) pimpinan, atasan liat dong kekuatannya ini setelah kejadian ini banyak polisi (ikut terlibat),” ucapnya, dikutip dari Kompas.com.
“Bukan (ancaman), dia takut. Makanya dalam rangka setelah saya masuk, setelah keluarganya dulu, mulai keluarganya masuk udah mulai berani dia karena keluarganya,” tambahnya.
Baca juga: BRIPKA RR BERANI BERSUMPAH Tak Melihat Dugaan Pelecehan yang Dituduhkan Terhadap Brigadir J
Tak hanya itu, Erman sendiri selalu mendorong Bripka RR untuk jujur.
Termasuk, saat menjalani pemeriksaan menggunakan lie detector.
“Saya sampaikan, 'ini kamu kalau kamu bohong pasti ketahuan karena ini ada alat untuk mendeteksi. Tapi kalau masih ada, kamu jujur'."
"Dia bilang, 'tidak, saya akan bicara benar',” ujar Erman mengulang pembicaraan dengan Bripka RR.
3. Korban keadaan
Lebih lanjut, Erman Umar menilai Bripka RR hanyalah korban keadaan.
Pasalnya, Bripka RR bukan orang yang mengeksekusi Brigadir J.
Terlebih, kata Erman, Bripka RR terlibat merencanakan pembunuhan Brigadir J saat detik-detik terakhir.
“Kan dia bukan yang dia berbuat. Dia korban keadaan. Ya kan? Kan enggak mungkin dia membayangkan ini," ujar Erman, dikutip dari Kompas.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bripka-RR-Buka-Suara-Soal-Uang-500-Juta.jpg)