Breaking News:

Ferdy Sambo Resmi Dipecat

Beda, Survei Masyarakat Nilai Ferdy Sambo Layak Divonis Hukuman Mati, KomnasHAM Setuju Dihukum Berat

Beda,Survei Membuktikan Masyarakat Ramai-ramai Dorong Ferdy Sambo Diganjar Hukuman Mati, Kalau Komnas HAM Setuju Suami Putri Candrawathi Dihukum Berat

HO
Video Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebutkan Ferdy Sambo sebagai bos mafia beredar di media sosial. Survei Membuktikan Masyarakat Ramai-ramai Dorong Ferdy Sambo Diganjar Hukuman Mati, Komnas HAM Setuju Suami Putri Candrawathi Dihukum Berat: Kami Berharap Majelis Hakim Beri Hukuman Seberat-beratnya! 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus kematian Brigadir J kini menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia.

Pasalnya, kematian Brigadri Yosua dinilai sangat tragis dan menyedihkan.

Apalagi, kasus kematian Brigadir J melibatkan sang komandan yakni Ferdy Sambo dan Istrinya, Putri Candrawathi.

Kini, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang sudah menjadi tersangka tengah menjalani proses hukum bersama para tersangka lainnya.

Namun, masyakarat berani mengungkapkan keinginannya untuk mendorong Ferdy Sambo agar diganjar hukuman mati.

Hal tersebut terbukti dari hasil survei yang menyatakan banyaknya dukungan agar Ferdy Sambo divonis hukuman mati di pengadilan nantinya.

Terkait survei yang membuktikan masyarakat cenderung dorong Ferdy Sambo diganjar hukuman mati, Komnas HAM ikut beri tanggapan.

Baca juga: Cerita Brisia Jodie Putuskan Anak Pengusaha Kaya karena Disuruh Berhenti Berkarir di Dunia Hiburan

Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Brigadir J dan ibunya. Ramai-ramai Dorong Ferdy Sambo Diganjar Hukuman Maksimal yakni Vonis Mati dalam Kasus Brigadir J
Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Brigadir J dan ibunya. Ramai-ramai Dorong Ferdy Sambo Diganjar Hukuman Maksimal yakni Vonis Mati dalam Kasus Brigadir J (Kolase Tribun Medan)

Publik menilai, hukuman berat menanti Ferdy Sambo, tersangka kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Setidaknya, demikian ancaman pasal-pasal yang disangkakan ke mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri itu.

Terkait kasus pembunuhan berencana, Sambo dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Ancaman pidananya maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

Tak hanya diduga menjadi otak pembunuhan, Sambo juga menjadi tersangka obstruction of justice atau tindakan menghalangi penyidikan kasus kematian Yosua.

Dalam perkara ini, dia dijerat Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 Ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancamannya bisa 8 hingga 10 tahun penjara.

Sambo juga dikenakan Pasal 221 Ayat (1) dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP dengan ancaman pidana penjara 9 bulan hingga 4 tahun kurungan.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved