Breaking News:

Berita Sumut

Berpidato di Pelantikan BMI Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Trauma dengan Partai Golkar

Saat membuka pidato kebangsaan pada pelantikan DPD Banteng Muda Indonesia (BMI) Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi mengaku trauma dengan Partai Golkar.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengaku trauma dengan Partai Golkar.

Hal itu disampaikan Edy Rahmayadi saat membuka pidato kebangsaan pada pelantikan DPD Banteng Muda Indonesia atau BMI Sumut, di Hotel Grand Inna Medan, Rabu (21/9/2022).

"Ini yang pakai baju warna kuning dari mana? Soalnya saya trauma sama yang kuning-kuning ini," ujar Edy Rahmayadi mengarah kepada perwakilan Partai Golkar yang hadir pada acara tersebut.

Baca juga: Terkait Rencana Kenaikan Tarif Angkutan Kota, Gubernur Edy Rahmayadi Tunggu Paparan Dishub

Selain itu, mantan Pangkostrad itu mengaku dirinya kerap dianggap kecil meski sudah memimpin Sumatera Utara selama empat tahun.

"Saya adalah gubernur, suka tidak suka saya menjalankan amanah konstitusi. Empat tahun saya menjadi gubernur, dianggap orang ini saya kecil sekali. Makanya saya bilang sama lae Sirait ini jangan bawa BMI ini mengecilkan saya. Nanti dosa kau," kata Edy.

Edy pun kemudian menunjukkan videonya saat masih menggunakan seragam lengkap sebagai Lentan Jenderal TNI.

"Saya mau kita fair berbicara. Tetapi saya mau kita fair untuk membangun Sumatera Utara ini. Siapapun kita, siapapun kalian termasuk saya. Karena saya juga tak kaleng-kaleng, saya mantan soldier ini," ucapnya.

Edy menyebut, jika ada yang menilai dirinya sombong, ia tak memungkiri hal itu. Karena, kata dia, hanya kesombongan yang saat ini mantan Ketua PSSI itu miliki.

Baca juga: Gubernur Edy Rahmayadi Tetapkan Delapan Zonasi Wilayah Tanggap Penanggulangan Bencana di Sumut

"Bangga kah saya? Sombongkah saya? Tinggal sombong ini yang aku punya. Semua sudah diambil. Sombong ku inipun mau kelen ambil? Janganlah, tinggal sombongku ini yang aku punya," tuturnya.

Ia mengatakan, ada beberapa masalah yang perlu diselesaikan di Sumut. Namun, kata Edy, masalah ini harus diselesaikan secara bersama dan tidak terbatas oleh sekat-sekat partai politik.

"Tapi demi Tuhan, saya lakukan ini untuk rakyat Sumatera Utara yang saya cintai," pungkasnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved