Sidang Kerangkeng Manusia

Jadi Saksi, Terbit Rencana Bantah Kerangkeng Manusia Miliknya, Justru Sebut Program Salah Satu OKP

Dalam persidangan tersebut Terbit Rencana Peranginangin dihadirkan menjadi saksi bersama adik kandungnya, Sribana Peranginangin.

Tribun Medan/Muhammad Anil Rasyid
Terbit Rencana Peranginangin (kanan bawah) menjadi saksi dalam persidangan kasus TPPO kerangkeng manusia yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (27/9/2022).  

Semenjak dirinya tak menjadi direktur, Terbit mengatakan, dirinya hanya menjadi penanam modal saja.

Terbit pun membantah jika ada penghuni kerangkeng yang dipekerjakan di PT DRP. 

"Tidak ada dipekerjakan orang pembinaan (kerangkeng) ke pabrik. Dan saya pun tidak tau dan tidak melihat ada penganiayaan maupun yang meninggal dunia," ujar Terbit.

Ketua majelis hakim menanyai soal anggaran kerangkeng manusia, Terbit menambahkan jika anggaran tersebut berasal dari organisasi Pemuda Pancasila, bukan dari pabrik kelapa sawit PT DRP.

"Sebelumnya pemeriksaan saksi, ada yang mengatakan jika Rp 10 juta per bulan dikeluarkan untuk tempat pembinaan (kerangkeng)," ujar Halida. 

Begitu juga soal pembangunan pagar rumah pribadi Terbit dan kadang hewan miliknya. Jika yang membangun ialah tukang yang sudah dibayar oleh Terbit. 

"Saksi sebelumnya juga mengatakan, jika yang membangun pagar, ada anak binaan (kerangkeng)," ujar Halida.

"Tidak yang mulia, tukang yang membangun yang telah dibayar," jawab Terbit. 

Bahkan Halida mengatakan, jika Terbit sering main ke kerangkeng manusia, dan meminta salah seorang penghuni untuk memijiti Terbit.

Baca juga: Sidang Kerangkeng Manusia di Langkat, Saksi Akui Dipukul Pakai Selang dan Dipekerjakan Tanpa Dibayar

"Keterangan satu anak binaan (kerangkeng), kalau saksi (Terbit) sering main ke pembinaan, malah saksi di pijit-pijiti," ujar Halida.

"Itu tidak benar yang mulia," jawab Terbit. 

Mengenai adik kandungnya Sribana Peranginangin yang disebut-sebut dalam persidangan, Terbit mengatakan tidak ada hubungan apapun antara Sribana dan kerangkeng manusia

"Sribana dan tempat pembinaan (kerangkeng) tidak ada hubungan apapun, tidak mungkin adik saya melakukan itu tanpa memberitahu saya," ujar Terbit. 

Kemudian Terbit menegaskan, jika dirinya hingga sampai saat ini masih menjabat sebagai ketua MPC PP Kabupaten Langkat. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved