Percobaan Pembunuhan

Dua Pria Berlagak Gengster yang Bacoki dan Nyaris Bunuh Pedagang Mi Ngaku Jadi Korban

Dua pria yang berlagak gengster yang bacok pedagang mi hingga kepala robek mengaku sebagai korban penganiayaan

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
Keluarga Wiliam Charles dan David Nicolas saat mendatangi Polrestabes Medan, Rabu (28/9/2022). TRIBUN-MEDAN/ALFIANSYAH 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wiliam Charles dan David Nicolas, dua pria berlagak gengster yang bacok pedagang mi bernama Usop Suripto (45) belakangan turut mengaku sebagai korban.

Dua kakak beradik yang berlagak gengster ini mengaku dianiaya sekelompok preman.

Hal itu disampaikan oleh Vinson, kakak kandung dari kedua pelaku yang sempat berlagak gengster tersebut. 

Menurut Vinson, pembacokan terhadap Usop Suripto bermula ketika keluarganya hendak pindah ke rumah di kawasan Jalan Rahayu, Kecamatan Medan Tembung, pada Sabtu (6/8/2022) silam.

Baca juga: BERLAGAK GENGSTER, Dua Pria Ini yang Berusaha Bunuh Pedagang Mi di Percut Seituan

Saat mengunjungi rumah barunya, ia didatangi oleh preman yang mengaku sebagai anggota SPSI dan meminta uang senilai Rp 100 ribu.

"Saya didatangi oleh pemuda setempat, jadi mau minta uang kepada saya, katanya uang SPSI. Jadi saya tidak memberikan uang tersebut," kata Vinson kepada Tribun-medan.com, Rabu (28/9/2022).

Lalu, ia sempat merekam aksi pungutan liar (pungli) tersebut.

Namun, saat itu dirinya diancam akan dibunuh oleh para preman tersebut.

"Orang itu langsung ngancam saya, ngapain ngerekam - ngerekam, jadi setelah saya matikan. Orang itu ada 4 orang, ngnacam saya kalau saya tinggal di sini bisa dibunuh sama mereka," sebutnya.

Baca juga: Pedagang Mi Dibacok Malah Dilaporkan Balik, Korban Minta Kepastian Hukum

Dijelaskannya, saat itu ia tidak menghiraukan para preman tersebut.

Kemudian, di hari Rabu (17/8/2022), dirinya datang lagi ke rumah barunya itu dan memarkirkan kendaraannya di lahan kosong.

"Pemuda yang kemarin mengaku orang SPSI datang lagi dan meneriaki saya tidak boleh parkir di sana katanya, jadi saya bilang hanya sebentar saja," ungkapnya.

Vinson menuturkan, lantaran tidak dihiraukan, para preman tersebut mengamuk kepada nya.

"Teriak-teriak, setelah itu saya masukkan barang ke dalam saya samperin. Jadi setelah itu dia dorong saya, baru setelah itu ributlah," ucapnya.

Baca juga: Jadi Korban Pembacokan, Pedagang Mi Berharap Kasusnya Bisa Ditindaklanjuti Polsek Percut Sei Tuan

Saat keributan terjadi, tiba-tiba Usop Suripto datang dan merelai keributan tersebut dan mengusir para preman tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved