Gelinya Pengacara Dengar Ferdy Sambo Mau Main Badminton, Bukan Bawa Raket Tapi Pistol Brigadir J
Pengacara Keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak tak habis pikir terhadap logika yang dibangun pihak Ferdy Sambo.
Kamis 7 Juli 2022 pukul; 19:30
Putri Candrawathi menelepon Richard Eliezer (Bharada E) yang saat itu sedang berada di Mesjid Alun-alun Kota Magelang.
Putri Candrawathi meminta agar Bharada E dan Rikcy Rizal kembali ke rumah Magelang.
Sesampainya di rumah, Bharada E dan Ricky Rizal mendengar ada keributan namun tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi di Rumah.
Richard dan Ricky lalu masuk kamar Putri Candrawathi yang sedang tiduran dengan berselimut di atas Kasur.
Saat itu Saksi Ricky bertanyam" Ada apa Bu..." dan dijawab Putri, Yosua di mana...."
Kemudian Putri meminta kepada Saksi Ricky memanggil Korban Yosua menemui Putri.
Bripka Ricky Rizal setelah diperintah tidak kangsung memanggil Brigadir J.
Ia terlebih dahulu mengambil senjata milik Brigadir J jenis HS dengan nomor seri H233001.
Selain itu, juga mengambil senjata laras panjang jenis Steyr Aug, Kal. 223, nomor pabrik 14USA247 yang berada di kamar tidur Brigadir J.
Dua unit senjata tersebut kemudian diamankan oleh Bripka Ricky ke lantai dua kamar anak Ferdy Sambo.
Baru setelah itu Bripka Ricky menghampiri Brigadir J yang berada di depan rumah.
Bripka Ricky lantas bertanya kepada Brigadir J mengenai keributan yang terjadi melibatkan dirinya dengan Kuat Ma'ruf.
“Ada apaan Yos?” tanya Bripka Ricky.
"Enggak tahu bang kenapa Kuat marah sama saya," jawab Brigadir J.
Selanjutnya, Bripka Ricky mengajak Brigadir J untuk masuk ke dalam rumah karena dipanggil oleh Putri Candrawathi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ferdy-Sambo-meminta-maaf-ke-orangtua-Brigadir-Yosua-Hutabarat.jpg)