Kasus Gagal Ginjal Akut
Paracetamol Diduga jadi Penyebab Penyakit Gagal Ginjal Akut, Pemprov Sumut Setop dan Tarik Produlk
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku telah menyetop dan menarik pasokan obat paracetamol berbentuk sirup yang diduga menjadi penyebab gagal ginjal
Ia menjelaskan, ada aturan ketat yang harus dipatuhi perusahaan farmasi terkait cara produksi obat, termasuk parasetamol.
Parasetamol diproduksi dengan standar keamanan dan kebersihan yang cukup ketat.
Produsen farmasi harus melakukan pengecekan kualitas terhadap obat yang diproduksinya.
Kualitas kontrol sudah dimulai sejak bahan datang, baik secara kimiawi maupun cemaran biologis hingga pasca produksi.
Produk parasetamol telah diperiksaaan, uji keamanan dan mutu sebelum mati di pasar.
"Sangat tidak mungkin selama proses produksi masih ada virus karena kondisi tablet juga harus betul-betul kering. Sementara virus memerlukan lingkungan lembab dan suhu rendah untuk bertahan hidup," papar Dosen Fakultas Farmasi UGM ini.
Jika ada virus yang bertahan dalam hidup, dikatakan Endang, hal tersebut dapat dipastikan karena adanya kontaminasi baik manusia maupun hewan yang terinfeksi virus Machupo.
Namun begitu, peluang kontaminasi virus dalam proses produksi obat sangat kecil karena melalui proses kontrol kualitas yang berlapis oleh perusahaan farmasi.
"Selama proses produksi ada sampling untuk menjaga produk baik saat pencampuran, membentuk tablet hingga setelah menjadi tablet," terangnya.
Oleh sebab itu, Endang mengimbau masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan atau berlebihan mengonsumsi obat penurun panas ini.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gagal-Ginjal-Akut_Gubernur-Edy.jpg)