Pemkab Deliserdang

Tekan Angka Kematian Bayi dan Ibu, Dinkes DeliSerdang Bersama MPHD USAID Siap Libatkan Multipihak

Sementara itu, menurut Senior Program Manager MPHD USAID, dr Apsari Kusumaastuti, keterlibatan berbagai pihak dapat mengisi gap atau kekosongan gerak

Editor: Satia
Dok. Pemkab Deliserdang
Kepala Dinas Kesehatan Deli Serdang, dr Ade Budi Krista pada pertemuan koordinasi Program MPHD-USAID dengan Dinas Kesehatan Deli Serdang, manajemen rumah sakit swasta dan mentor yang terdiri dari Dokter Spesialis Obgyn dan Spesialis Anak di Ruang Meeting, Uncle Sam’s Café and Resto, Lubuk Pakam, Kamis (3/11/2022). 

Atas hasil pertemuan itu, Kadis Kesehatan Deli Serdang, dr Ade yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes), drg Kornelius Pinem dan Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas), dr Ni Putu Yurizka, menuturkan Dinas Kesehatan menerima usulan untuk memperkuat koordinasi dengan semua stakeholder terkait, termasuk memfasilitasi pertemuan Bupati dengan Spesialis Obgyn dan Spesialis Anak di Deli Serdang untuk menyusun langkah bersama dalam menekan AKI-AKB ini. 

MPHD USAID Kawal Kesepakatan

Pada sesi terakhir, Penanggungjawab Program MPHD USAID Deli Serdang, Syafrimet Azis, memastikan akan mendampingi proses pengawalan kesepakatan yang dihasilkan dalam forum koordinasi itu, terutama dalam upaya pelibatan stakeholder terkait agar program tersebut menjadi tanggungjwab bersama termasuk juga proses komunikasi dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan dampingan.

Apalagi, pendampingan MPHD saat ini baru dilakukan di empat rumah sakit swasta dan akan ditambah tiga rumah sakit lagi tahun 2023.

Dengan demikian, diperlukan kolaborasi dan itikad kuat dari berbagai pihak untuk peningkatan kualitas layanan maternal dan neonatal di kabupaten. Termasuk, mendorong perencanaan dan penganggaran di APBD yang bisa mengakomodir upaya ini serta melakukan replikasi secara mandiri.

Karena terdapat 22 rumah sakit swasta di Deli Serdang di luar fasilitas pemerintah yang juga butuh perhatian. 

Lebih lanjut, Syafrimet menyebutkan MPHD merupakan proyek bidang kesehatan yang dirancang di atas program pemerintah saat ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam rangka upaya penurunan AKI AKB di Indonesia.

MPHD bekerja di 25 kabupaten/kota berprioritas tinggi pada rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan primer swasta untuk meningkatkan kapasitas layanan, memperkuat data untuk pengambilan keputusan dan manajemen adaptif, meningkatkan jejaring rujukan, dan mengembangkan model berkelanjutan yang dapat direplikasi dan terukur.

 

*

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved