Viral Medsos

PASUTRI di Simalungun Tersangka Investasi Bodong Rp 5 Miliar, Gelapkan Uang PAUD & Perjalanan Umrah

Pria inisial YA (43) dan istrinya, MS (34) ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan modus investasi bodong di Simalungun, Sumatera Utara.

Editor: Abdi Tumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Pasangan suami istri pelaku penipuan dan penggelapan yang berinisial MS (34) istri dan YA(43) suami, merupakan warga Huta-III Parbeokan, Desa Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun, diamankan Sat Reskrim Polres Simalungun (8/11/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Simalungun Tersangka Investasi Bodong Rp 5 Miliar Telah Ditangkap setelah Setahun Buron, Juga Gelapkan Uang PAUD dan Perjalanan Umrah.

Pria inisial YA (43) dan istrinya, MS (34) ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan modus investasi bodong di Simalungun, Sumatera Utara.

Tak hanya investasi bodong. Kedunya juga dilaporkan atas kasus penggelapan uang tabungan 122 murid PAUD Melati dan uang perjalanan umrah milik 31 orang.

Kasus tersebut terungkap dari laporan pengaduan dari warga Hatonduhan, Kabupaten Simalungan.

Baca juga: Gelapkan Uang Umrah, Melissa Sihombing Juga Ditangkap Bersama Suami Atas Kasus Investasi Bodong

Modus mereka adalah merayu para korban untuk menginvestasikan uangnya dengan profit 10 persen dan dalam waktu dua tahun, uang tersebut akan dikembalikan.

Untuk menyakinkan pada korban, YA mengaku sebagai rekanan PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi dan punya proyek pengadaan di PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk.

Lalu ia kembali meminta uang investasi tambahan dari korban dengan alasan menerima pekerjaan lain.

Belakangan YA diketahui bukan rekanan PTPN. Setelah ketahuan, YA dan istrinya melarikan diri.

Yus Arfan (YA) dan Istri Melisa Sihombing 
(MS) ditangkap atas tiga kasus penipuan dan penggelapan, mulai dari uang PAUD, Calon Jemaah Umrah hingga Investasi Bodong, Selasa (8/11/2022)
Yus Arfan (YA) dan Istri Melisa Sihombing (MS) ditangkap atas tiga kasus penipuan dan penggelapan, mulai dari uang PAUD, Calon Jemaah Umrah hingga Investasi Bodong, Selasa (8/11/2022) (HO/Tribun Medan)

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Rachmat Aribowa mengatakan total uang yang diserahkan korban mencapai angka Rp 5 miliar.

"Dan demikianlah berulang kali dilakukan hingga korban menyerahkan uang kepada tersangka total sebesar Rp.5.390.000.000," kata AKP Rachmat dalam keterangan tertulis, Rabu (9/10/2022), dikutip dari Kompas.com.

"Dari uang yang telah diserahkan korban diberi profit total sebesar Rp 2.083.000.000. Atas kasus penipuan dan penggelapan yang mengakibatkan kerugian korban mencapai Rp 3.307.000.000," katanya menambahkan.

Gelapkan uang tabungan murid

Sementara itu MS juga ditetapkan sebagai tersangka penggelapan uang tabungan murid PAUD Melati dengan korban sebanyak 122 orang.

Akibatnya para korban mengalami kerugian sebesar Rp 590.401.000.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved