Breaking News:

Berita Persidangan

Penggugat Kasus Utang Piutang Seruduk PN Medan, Terkelin Tarigan Minta Ketemu PN Medan tapi Diadang

Terkelin menegaskan Mahkamah Agung (MA) sudah mengabulkan sebagian permohonan kasasinya, tepatnya pada 15 Juni 2016.

TRIBUN MEDAN/EDWARD GILBERT MUNTHE
Terkelin Tarigan didampingi kuasa hukumnya Rasken Ginting seruduk Pengadilan Negeri (PN) Medan meminta kejelasaan, Kamis (24/11/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terkelin Tarigan bersama istrinya Anum Sitepu didampingi kuasa hukumnya Rasken Ginting menyeruduk Pengadilan Negeri (PN) Medan meminta kejelasaan.

Kedatangan Terkelin Tarigan bertujuan meminta kejelasan mengenai gugatannya dalam perkara utang piutang sebesar Rp 718.500.000.

Adapun pihak tergugat adalah Antony Sofan Koh alias A Anthony Sofan Koh dan Nurbetty Lingga (tergugat I dan II)

Terkelin menegaskan Mahkamah Agung (MA) sudah mengabulkan sebagian permohonan kasasinya, tepatnya pada 15 Juni 2016.

Enam tahun sudah berlalu, tapi Pengadilan Negeri (PN) Medan tak melaksanakan putusan MA RI tersebut.

Saat mereka mencoba masuk menjumpai Panitera, Anum Sitepu tampak terlibat argumen dengan salah seorang petugas satuan pengaman (satpam) pengadilan.

Baca juga: Kapolda Sumut Irjen Panca Copot dan Periksa 6 Perwira Menengah, Berikut Daftar Nama dan Pangkatnya

"Saya mau ketemu sama Pak Ketua PN Medan atau Panitera Edi Sangapta Sinuhaji. Putusan Mahkamah Agung (MA) RI kok sudah 6 tahun lebih gak ada kepastian?" tegas Anum, Kamis (24/11/2022).

Namun, petugas satpam tidak bersedia mengizinkan keluarga penggugat memasuki ruangan kerja orang pertama di PN Medan Setyanto Hermawan maupun Panitera Edi Sangapta.

Napak Tilas Kasus Utang Piutang

Terkelin Tarigan menuturkan terkait keputusan MA RI No. 967 K/PDT/2016 tertanggal 15 Juni 2016  berisikan permohonan kasasi Jenda Terkelin dikabulkan sebagian.

Menyatakan tergugat I dan II telah ingkar janji karena tidak mengembalikan uang pinjamannya kepada penggugat.

Menyatakan Surat Perjanjian tertanggal 4 Desember 2012 antara tergugat I dan II dengan penggugat adalah sah serta harus dihormati.

Menghukum tergugat I dan II secara tanggung menanggung membayar / mengembalikan uang penggugat sebesar Rp718.500.000 dengan tunai seketika.

Menyatakan segala bentuk surat dan perikatan / perjanjian kemudian dibuat kedua tergugat dengan pihak ketiga lainnya setelah rumah dijaminkan atas utang tersebut adalah tidak sah.

Rasken mengatakan, sebelumnya PN Medan sudah pernah melakukan aanmaning (tindakan Ketua Pengadilan yang memutus perkara berupa teguran atau peringatan kepada Tergugat, red)) dan telah dilaksanakan lelang sebanyak 2 kali, namun karena tidak ada peserta lelang maka lelang yang dilaksanakan gagal.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved