Babi Mati

Ribuan Babi Mati, Dinas Ketapang Sergai Mulai Lakukan Pendataan

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sergai kini melakukan pendataan dan antisipasi terkait penyebaran flu babi di wilayahnya

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
HO/Tribun Medan
ILUSTRASI ternak babi. Para peternak keluhkan harga babi yang anjlok, Sabtu (1/10/2022)       

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Serdgai terus melakukan pemantauan penyebaran flu babi Afrika yang telah membuat ribuan ternak babi warga di Medan dan Kabupaten Deliserdang mati.

Kepala Dinas Ketapang, Andarias Ginting mengatakan, tim dari Balai Veteriner Sumut tengah melakukan uji sampel terhadap ternak babi di Sergai.

Hal ini dilakukan untuk dapat melihat penyebaran virus babi Afrika di Kabupaten Sergai.

Baca juga: KEBIASAAN BURUK Oknum Peternak Babi, Sering Buang Bangkai ke Sungai Bedera, Warga: Tabiatnya Sama

"Karena wilayah yang berdekatan dengan daerah yang sudah terpapar virus tersebut, jadi tim dari Balai Veteriner sedang melakukan uji sampel di Kabupaten Sergai. Ini untuk dapat melihat sejauh mana penyebarannya apakah sudah sampai ke sini, " kata Andarias kepada Tribun, Jumat (2/12/2022).

Meski belum ada laporan mengenai ternak babi yang mati, kuat dugaan virus tersebut sudah menyerang ternak ternak warga.

Meski begitu lanjut Andrias, pemerintah masih melakukan tracing dan penelusuran untuk mematangkan data tersebut.

Baca juga: Ribuan Babi Mati di Medan dan Deli Serdang, Gubernur Edy Minta Hentikan Jual Beli antar Provinsi

"Kalau laporan ternak mati belum ada. Kita masih terus telusuri dan teliti soal adanya kemungkinan ternak babi yang sudah terdampak virus di Sergai," kata dia.

Wabah flu babi yang disebabkan terpapar virus H1N1--, virus ini sebelumnya pernah melanda sejumlah daerah di Indonesia.

Saat ini diperkirakan ada sekitar 2000 ternak babi di Medan dan Deliserdang yang mati karena virus tersebut.

Baca juga: 2000 Ekor Babi Mati Mendadak di Sumut, Segini Harga Terbaru Daging di Pasar dan Peternak

Untuk mencegah penyebarannya pemerintah sebut Andrias, akan melakukan penyuluhan dan membatasi lalu lintas penjualan ternak babi dari luar daerah.

Selain itu, dia juga meminta agar peternak memperhatikan kebersihan dan melakukan penyemprotan kandang menggunakan disinfektan.

"Kita akan melakukan pnyuluhan agar peternak memperhatikan kebersihan kandang dan mencegah lalu lintas ternak dan juga biosecurity. Selain itu akan dilakukan penyemprotan desinfektan," tutupnya.(cr17/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved