Viral Medsos

Nasib Pilu Perawat di Medan, Sudah Korban Pelecehan Seksual Malah Dibully Lagi, Begini Kelanjutannya

Seorang perawat wanita rumah Sakit Umum Bina Kasih berinisial ES mengaku dilecehkan oleh perawat pria berinisial AT saat sedang piket malam.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
Korban pelecehan di Rumah Sakit Bina Kasih didampingi ibu dan kuasa hukumnya mendatangi Polrestabes Medan untuk melaporkan sejumlah pihak yang merundung dirinya, Senin (9/1/2023). TRIBUN-MEDAN/ALFIANSYAH 

Korban Justru Disudutkan Rekan Kantornya

Meskipun kasusnya sampai ke polisi, pascakejadian ES yang menjadi korban pelecehan justru dibully teman kantornya. 

"Kami mau melaporkan terkait pegawai - pegawai rumah sakit yang menjatuhkan mental dari korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh tersangka," kata Martin di depan ruang SPKT Polrestabes Medan, Senin (9/1/2023).

"Dimana pegawai-pegawai itu malah menyudutkan korban, katanya korban kegatalan, korban sama-sama mau, korban kenapa tidak bertindak langsung melaporkan," sambungnya.

Ia mengatakan, hal tersebutlah yang membuat korban semakin trauma untuk kembali bekerja dan selama ini memilih menyendiri di kamarnya.


Korban pelecehan di Rumah Sakit Bina Kasih didampingi ibu dan kuasa hukumnya mendatangi Polrestabes Medan untuk melaporkan sejumlah pihak yang merundung dirinya, Senin (9/1/2023)
Korban pelecehan seksual di Rumah Sakit Bina Kasih didampingi ibu dan kuasa hukumnya mendatangi Polrestabes Medan untuk melaporkan sejumlah pihak yang merundung dirinya, Senin (9/1/2023). (TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH)

"Korban ini susah untuk kembali semangat lagi, terkait itulah dia setiap hari merenung di rumah, nggak tau apa yang dikerjakan nya, karena dia mengingat kejadian yang telah terjadi dilakukan oleh pelaku," sebutnya.

Martin menuturkan, rencana ada empat akun Instagram yang akan dilaporkan terkait perundungan terhadap korban ini yang diduga dikelola oleh pegawai dari RS Bina Kasih.

 "Untuk sementara ini kurang lebih tiga atau empat orang, semuanya ini menyerang korban. Yang kita laporkan, yang kita duga semua bermarga Ginting," ungkapnya.

Entah itu saudara pemilik rumah sakit, karena kita tau pemilik rumah sakit bermarga Ginting, jadi semua yang bermarga Ginting itu menyerah psikologis dari korban.

Kami melaporkan terkait pencemaran nama baik dan ujaran kebencian," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pasca kejadian hingga saat ini pihak Rumah Sakit Bina Kasih belum ada memberikan pendampingan apapun terhadap korban.

"Harapan kita pihak rumah sakit mendampingi trauma korban agar segera pulih, dan kedua tindak tegas pegawai - pegawai yang menjatuhkan harga diri dan psikologis korban," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kondisi korban saat ini, masih mengalami trauma berat.

ES juga mengaku ingin berhenti menjadi pegawai Rumah Sakit Bina ina Kasih.

Namun, sampai saat ini ijazah korban masih ditahan di rumah sakit tersebut.

Halaman
1234
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved