Berita Kesehatan
Tujuh Titik Rangsang Wanita yang Wajib Suami Tahu, Simak Penjelasan Seksolog dr Boyke
dr Boyke mengatakan, wanita sulit mencapai orgasme lantaran banyak pria yang tak mengetahui area intim itu.
Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.COM - Anda para suami wajib tahu, bahwa tujuh area di tubuh wanita menjadi titik rangsang yang dapat memuaskan pasangan saat bercinta.
Menurut penelitian, bahwa sejumlah wanita yang bisa mengalami orgasme kurang lebih hanya berjumlah 50 persen dari jumlah pria.
Oleh karena itu, seorang pria harus mengetahui bagian tubuh wanita yang perlu 'dimainkan' terlebih dulu untuk memperoleh puncak kenikmatan.
Baca juga: Tampang Pria yang Cabuli Santriwati 14 Tahun di Kamar Mandi Masjid, Hasil Visum Mengagetkan
Untuk bisa benar-benar mencapai puncak tersebut, seorang pria bisa memulai dengan menyentuh beberapa area intim mereka.

dr Boyke mengatakan, wanita sulit mencapai orgasme lantaran banyak pria yang tak mengetahui area intim itu.
"Banyak laki-laki itu enggak tahu titik erogen wanita, titik-titik peka rangsang," ucap dr Boyke dilansir Tribunmedan.com dari kanal YouTube Crazy Nikmir REAL, Senin (12/12/2022).
Baca juga: Wanita Jadi Korban Modus Pencurian Ganjal ATM, Kehilangan Uang hingga Rp 60 Juta
dr Boyke mengungkapkan, bahwa banyak pria yang memulai hubungan intim hanya dengan ciuman dan berhubungan badan saja.
"Mereka itu banyak yang gak tau, mereka itu melakukan hubungan seks, ciuman-ciuman sedikit, kemudian dimasuki, ya enggak enak," lanjut dokter Boyke.
Padahal, kata dia, seorang pria harus mengerti titik erogen pada wanita.
Titik erogen merupakan bagian tubuh manapun yang memiliki sensitivitas yang lebih besar dan dapat memicu respons seksual ketika distimulasi.
Baca juga: Detik-detik Dua Pria Kecebur ke Laut saat Memancing Hiu, Niat Mancing malah Jadi Umpan
Melalui tayangan YouTube tersebut, dr Boyke kemudian membocorkan titik rangsang pada seorang wanita.
"Kayak leher, tengkuk, kuping, ditiup-tiup belakangnya, puser, puting, kemudian daerah paha bagian dalam, kemudian di sekitar vagina," kata dr Boyke.
Berhubungan Seksual pada Jam 3 Pagi
Berhubungan intim merupakan satu diantara banyaknya sarana untuk membangun hubungan emosional istri dan suami.
Selain untuk memenuhi kebutuhan fisik dan melanjutkan keturunan, berhubungan intim juga bermanfaat untuk Kesehatan mental pasangan baik suami maupun istri.
Dengan berhubungan intim, sebuah ikatan pernikahan akan terasa lebih hangat dan Bahagia.
Sebagian besar pasangan suami istri biasanya melakukan hubungan intim di malam hari. Selain minim gangguan dari berbagai faktor, berhubungan intim di malam hari biasanya lebih khidmat karena suasananya hening.
Namun beberapa orang menyebutkan bahwa jam 3 pagi merupakan waktu yang tepat berhubungan intim.
Seksolog dr Boyke juga tak menyangkal hal ini. dr Boyke mengatakan memang sebaiknya hubungan intim dilakukan pada pukul 3 pagi lantaran pada waktu itu hormon testosteron lagi naik.
“Memang pada saat jam 3 itu, hormon testosteron itu lagi naik diproduksinya ya, jadi gairah seks itu timbul,” ucap dr Boyke dikutip Tribunmedan.com dari kanal YouTube Sonara FM.
Meski demikian, dr Boyke mengatakan bahwa pada jam 3 pagi adalah kondisi ketika hormon seksual pria sedang dalam kondisi puncak, tetapi ada berbagai hal yang tetap dipertimbangkan, termasuk energi untuk beraktivitas seharian.
Maka dari itu, dr Boyke mengatakan untuk tidak berpatokan pada jam tersebut.
“Meski demikian, kita kan butuh energi, kalau pagi-pagi, nanti malah sampai kantor ngantuk. Jadi enggak usah pakai aturan-aturan, kalau kepengen lakukan saja gitu loh, janjian saja sama istri atau suami. Jadi enggak usah terlalu, harus jam berapa,” lanjut dr Boyke.
Tak hanya aturan jam saja, beberapa pasangan juga kerap kali membuat aturan saat ingin melakukan hubungan intim.
Aturan tersebut seperti harus di atas ranjang, harus gosok gigi terlebih dahulu, harus mandi dan wangi, dan lain sebagainya.
Menanggapi hal tersebut, dr Boyke mengaskan bahwa aturan-aturan tersebut dapat mengurangi kenyamanan saat hendak berhubungan intim.
“Semua keharusan-keharusan itu bisa mengurangi loh kenyamanan kita saat berhubungan intim selanjutnya. Pakai saja minyak wangi, pakai aromaterapi, setel musik, itu semua membuat seks menjadi lebih berwarna,” kata dr Boyke.(cr31/tribun-medan.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.