TRIBUN WIKI

SOSOK Tinera Siburian, Public Relation Hotel Bintang Lima yang Awali Karier Sebagai Admin

Karena profesi tersebut berbanding terbalik dengan karakter wanita kelahiran Medan, 7 Oktober 1994 yang memiliki sifat pemalu dan introvert . 

Penulis: Diana Aulia | Editor: Ayu Prasandi
HO
Potret Tinera Siburian.  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Menjadi seorang Public Relation Executive yang diwajibkan untuk berinteraksi dengan banyak orang serta membangun hubungan dan relasi dengan baik bukanlah sebuah profesi yang di cita-citakan sosok Tinera Siburian

Karena profesi tersebut berbanding terbalik dengan karakter wanita kelahiran Medan, 7 Oktober 1994 yang memiliki sifat pemalu dan introvert . 

Diketahui, Tinera Siburian merupakan seorang Marketing Communication di hotel bintang lima, Grand Mercure Medan Angkasa yang sebelumnya mengawali karier menjadi seorang Sales Marketing Secretary Grand Swissbel Hotel Medan. 

Baca juga: SOSOK Abah Yanto, Dukun Gadungan yang Sudah Stroke, Punya Istri Muda, Asisten, dan Sopir Pribadi

Setelah kurang lebih satu tahun bekerja menjadi seorang admin, Nera, begitu sapaan akrabnya mencoba menantang diri atau keluar dari zona nyaman dengan mencoba bekerja di hotel berbintang lima sebagai Marketing Communication Cambridge Hotel Medan. 

Meski merasakan up and down selama setahun dalam menjalani pekerjaan sebagai PR dengan tidak memiliki basic menjadi seorang PR, namun Nera tetap optimis dan percaya diri dengan kemampuan yang dia miliki.

"Sebenarnya memang tidak ada besic di Markom sih karena kuliahnya juga dulu di management bisnis tidak ada hubungannya dengan pemasaran ataupun komunikasi, tapi kemarin itu mikirnya tantangan untuk aku sendiri bisa gak aku disini dan waktu ada tawaran aku akhirnya mencoba," ungkapnya. 

Nera mengakui ketika memulai karier tersebut dirinya merasa kesulitan untuk beradaptasi karena tidak memiliki pengalaman bekerja menjadi seorang PR. 

"Memang awalnya agak sulit sih harus beradaptasi, karena sebelum menjadi PR aku kan di Admin, jadi diawal jadi PR itu rasa takutnya ada, rasa tidak percaya diri juga ada karena belum ada pengalaman yang pasti di PR atau di Markom," jelasnya.

Baca juga: SOSOK Benny Wenda yang Minta Lukas Enembe Dibebaskan, Mahfud MD Tak Ambil Pusing

Meski sulit, namun Nera tak hentinya untuk terus belajar, mulai dari membaca buku seputar PR, belajar menjadi seorang PR bahkan berkonsultasi dengan PR hotel berbintang lainnya. 

"Seiring berjalannya waktu banyak belajar juga, banyak bertanya kepada PR hotel lain, banyak baca juga bagaimana di dunia Markom itu dan apa-apa saja yang harus dipelajari, dan memang satu tahun pertama itu berat tapi setelah itu sampai sekarang alhamdulillah sudah paham dan lancar tapi tetap harus belajar," ucapnya. 

Menurutnya, menjadi seorang PR bukan hanya dilihat dengan penampilannya saja, namun harus menguasai berbagai ilmu lainnya seperti Public Speaking, fasih Bahasa asing dan seorang Public Relation (PR) juga dituntut untuk dapat melakukan negosiasi dengan cerdas.

"Kalau Markom itukan kita harus bisa bernegosiasi, harus bisa membaca karakter orang, dapat menjalin hubungan dengan banyak pihak baik internal perusahaan maupun eksternal, dan tentunya bisa berbahasa asing," ucapnya. 

Basic seorang PR seperti Public Speaking dan fasih menggunakan bahasa asing sebenarnya telah dikuasi Nera sejak dirinya duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). 

Nera pernah menjuara berbagai kegiatan yang berkaitan bahasa Inggris seperti Juara 1 English Speech Competition dan Juara 2 News Anchor Competition. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved