Materi Belajar

Lagenda : Pengertian, Ciri-ciri dan Contohnya, Materi Belajar Bahasa Indonesia Kelas 7

Pengertian, ciri-ciri dan contoh legenda akan dibahas pada materi belajar Bahasa Indonesia kelas 7 berikut ini.

Penulis: Rizky Aisyah |
HO / TRIBUN
Pengertian, ciri-ciri dan contoh legenda 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN – Pengertian, ciri-ciri dan contoh legenda akan dibahas pada materi belajar Bahasa Indonesia kelas 7 berikut ini.

Pengertian Legenda

Jadi legenda ada dalam kehidupan masyarakat dan merupakan cerita rakyat yang berhubungan dengan peristiwa. Peristiwa dalam cerita rakyat dapat menimbulkan persoalan yang berkaitan dengan asal usul suatu tempat, nama daerah, atau alam dan sekitarnya.

Apakah kamu tahu cerita dari beberapa contoh legenda Indonesia di atas?

Perlu dicatat bahwa dalam fabel tokohnya adalah binatang dan dalam legenda tokohnya adalah manusia. Konon, legenda memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh teks naratif lainnya, seperti cerpen dan novel. Apa saja ciri-ciri legenda? Simak penjelasan berikut ini.

Ciri-ciri Legenda

Beberapa ciri legenda adalah:

  • Tokoh-tokoh dalam cerita tersebut memiliki kekuatan supranatural.
  • Ada unsur magis dalam ceritanya
  • Berkaitan dengan supranatural
  • Ini memiliki unsur sejarah dan cerita dianggap faktual.
  • Memiliki amanat

Dalam legenda, cerita memiliki unsur sejarah dan dilestarikan sebagai cerita rakyat. Oleh karena itu, sebagian orang mengira hal itu benar-benar terjadi di masa lalu. Menariknya, tokoh-tokoh dalam legenda tersebut memiliki kesaktian dan berhubungan dengan alam gaib.

Misalnya mengutuk karakter menjadi batu, memanggil jin untuk membantu karakter, atau membuat mereka kebal terhadap senjata.

Apa kisah legenda favorit Anda atau kisah legenda yang paling berkesan? Saya pikir akan menarik untuk membaca contoh legenda sambil belajar.

Contoh Legenda

Legenda Danau Toba di Sumatera Utara

Seorang petani tinggal di sebuah desa di Sumatera. Meski lahan pertaniannya tidak luas, ia adalah seorang petani yang rajin. Ia dapat memenuhi kebutuhannya sebagai hasil kerja keras yang tak kenal lelah. Padahal, usianya sudah cukup untuk menikah, namun tetap memilih untuk hidup sendiri. Suatu pagi yang cerah, petani sedang memancing di sungai. "Kuharap aku menangkap ikan besar hari ini." Petani itu bergumam pada dirinya sendiri.

Segera setelah melempar kail, kail itu terlihat bergetar. itu

Aku segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah menangkap ikan yang cukup besar. Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah itu. Sisik ikannya berwarna kemerahan keemasan. Mata bulat dan melotot memancarkan pancaran yang menakjubkan.

"Tunggu, jangan makan aku! Aku akan dengan senang hati menemanimu jika kamu tidak ada di sana.”

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved