Materi Belajar
Lagenda : Pengertian, Ciri-ciri dan Contohnya, Materi Belajar Bahasa Indonesia Kelas 7
Pengertian, ciri-ciri dan contoh legenda akan dibahas pada materi belajar Bahasa Indonesia kelas 7 berikut ini.
Penulis: Rizky Aisyah |
memakanku.” Petani itu terkejut mendengar ikan itu. Ia sangat terkejut hingga ikan yang ditangkapnya jatuh ke tanah. Dan tak lama kemudian, ikan itu berubah menjadi gadis cantik. “Mimpi tentang aku?” gumam petani.
"Jangan takut, aku juga manusia sepertimu. Aku berhutang banyak padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan para dewa." kata gadis itu. "Namaku Puteri. Aku tidak keberatan menjadi istrimu."
Gadis itu berkata dengan mendesak. Petani itu mengangguk. Kemudian mereka menjadi suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati. Artinya, tidak bisa dikatakan asal usul sang putri adalah dari ikan.
Kegagalan untuk melakukannya akan mengakibatkan bencana yang mengerikan. Setelah sampai di desa, penduduk desa melihat seorang gadis cantik bersama seorang petani yang riuh. “Dia mungkin bidadari yang jatuh dari langit,” gumam mereka. Petani.
Merasa sangat bahagia dan tentram. Sebagai suami yang baik, ia tetap mencari nafkah dengan tekun dan gigih menggarap sawah dan ladangnya. Karena keuletan dan kegigihannya, petani itu menjalani hidupnya dengan sempurna. Banyak yang iri dan menyebarkan kecurigaan buruk yang dapat merusak kesuksesan sebuah rumah pertanian.
"Saya tahu petani itu sedang bangkit semangat! Salah satu kata kepada seorang teman. Hal ini sampai ke telinga Petani dan Putri. Tapi mereka tidak tersinggung dan bekerja lebih keras.
Setahun kemudian, kebahagiaan petani dan istrinya bertambah karena istri petani melahirkan seorang anak laki-laki. Dia diberi nama Putera. Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri. Putraku tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat.
Dia menjadi anak yang manis tapi sedikit nakal. Ia memiliki satu kebiasaan yang membuat orang tuanya takjub: ia selalu lapar. Aku bisa makan sendiri apa yang harus kita makan bertiga. Seiring berjalannya waktu, sang anak selalu membuat ayahnya kesal. Ketika diminta untuk membantu pekerjaan orang tuanya, dia selalu menolak.
Istri petani selalu mengingatkan petani untuk bersabar dengan pekerjaannya.
anak mereka. "Ya, aku akan menanggungnya. Lagi pula, dia adalah anak kita!" Kata petani itu kepada istrinya. "Alhamdulillah, menurutmu begitu. Kanda adalah suami dan ayah yang baik," Puteri memuji suaminya. Seperti yang mereka katakan, kesabaran ada batasnya. Petani mengalami ini.
Suatu hari sang anak ditugaskan untuk mengantarkan makanan dan minuman ke ladang tempat ayahnya bekerja. Tetapi putranya tidak memenuhi tugasnya. Petani dengan sabar menunggu kedatangan anak-anak mereka, menahan dahaga dan kelaparan. Dia langsung pulang. Dia melihat Putera memukul bola. Para petani marah sambil mencubit telinga anaknya. "Anak-anak kurang beruntung! Mereka tidak tahu diri! Ikan kecil!" Petani itu berbicara, tidak menyadari bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang tabu.
Begitu petani mengatakan itu, istri dan anak-anaknya menghilang. Tidak ada jejak dan jejak. Aliran air yang sangat deras dan semakin deras tiba-tiba menyembur dari jejak kakinya. Desa Tani dan desa sekitarnya semuanya terendam. Airnya begitu tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah danau. Dan akhirnya terbentuklah sebuah danau. Danau ini akhirnya dikenal sebagai Danau Toba. Pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.
(cr30/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pengertian-ciri-ciri-dan-contoh-legenda.jpg)