Kiprah Keripik Asahan Bantu Masyarakat Sejahtera, Pemkab Ikut Dukung UMKM Lewat Pinjaman Bergulir
Tangan mungil Cindy terlihat cekatan memilah setiap keripik, emping, dan opak kedalam kemasan yang terbuat dari plastik berlabel Keripik Asahan.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.COM, KISARAN - Visi Bupati, H Surya B.Sc membangun masyarakat Asahan Sejahtera, Religius dan Berkarakter. Mengartikan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang dibangun bersama terbentuknya masyarakat yang bertaqwa, serta perilaku yang bertanggung jawab saling menolong, dan bergotong-royong. Visi Bupati Asahan dapat terealisasi salah satunya melalui usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM.
***
Awan yang semula cerah menyinari Jalan Gurami, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan berangsur gelap, Sabtu(4/3/2023). Satu-satu gerimis turun mengiringi suara kuali yang tengah menggoreng opak dan keripik singkong dirumah produksi UMKM Keripik Asahan.
Empat orang pekerja perempuan bergantian menggoreng opak, emping, keripik ubi dan sambal sebagai perasa di dapur berukuran 3x5 meter. Satu orang pekerja perempuan lainnya, Cindy Kartika Dewi (20) tengah sibuk mengemas opak sambal kedalam plastik dengan berat 175 gram perbungkus. Suara mesin vakum menutup erat-erat opak pedas yang telah jadi sejak pagi.
Tangan mungil Cindy terlihat cekatan memilah setiap keripik, emping, dan opak kedalam kemasan yang terbuat dari plastik berlabel Keripik Asahan.
Senyum ceria terlihat di wajah Abdy Setiadi(35) melihat para pekerja sedang memproduksi Keripik pedasnya. Sesekali Abdy turun tangan untuk mengontrol rasa bumbu pedas yang merupakan resep peninggalan keluarga.

Sejak pertama memulai di tahun 2014, Abdy selalu melakukan kontrol terhadap rasa kerupuk pedas yang diolahnya. Meskipun awalnya memproduksi berskala kecil, cita rasa harus tetap terjaga.
"Resep masakan ini merupakan turunan dari orang tua istri atau mertua saya. Dahulu setiap lebaran Idul Fitri, menu keripik pedas ini selalu ada dan tidak pernah absen. Bahkan, keripik buatan mertua selalu ditunggu-tunggu setiap kami berkunjung. Sehingga, muncullah ide saya untuk mencoba memasarkannya dengan cara dibungkus dalam plastik berukuran kecil dan dijual di warung internet(warnet) dengan bermodalkan Rp 50 ribu. Alhamdulillah, keripik saya selalu habis. Kemudian besoknya saya buat lagi, selalu habis," kata Abdy kepada tribun-medan.com.
Abdy mengaku sempat ragu untuk menjalankan usahanya, sebab lulusan Teknik Informatika Universitas Asahan itu sempat bekerja di staf IT di Perusahaan Jawatan Kereta Api atau PJKA. Namun, karena tidak ingin bekerja dibawah tekanan, dan rasa ingin mencoba yang tinggi, akhirnya Abdy keluar dari pekerjaan dan memulai usaha yang dimulai dari dapur rumah orang tua.

"Saya memikirkan saat itu belum ada makanan oleh-oleh dari Kisaran ataupun Asahan. Jadi kenapa tidak saya coba saja, saya ambil nama Asahan, dan saya jual sebagai oleh-oleh. Disitu langsung saya buat brand saya," katanya.
Perlahan tapi pasti, usaha Abdy mulai meningkat hingga saat ini sudah bekerja sama dengan 70 outlet market yang tersebar mulai dari Rantauprapat, hingga ke Kota Binjai, Sumatera Utara.
"Pasar kami saat ini 70 persen sudah berada di Kota Medan, setiap market yang ada di Kota Medan sudah kami masuki untuk menjajakan produk Keripik Asahan. Bahkan saat ini kami sedang mengajukan untuk bekerja sama dengan Irian Market untuk memasarkan seluruh produk kami. Jadi, setiap Irian Market yang berada diluar Asahan juga akan kami pasok," kata Abdy.

Untuk menjaga kepercayaan pelanggan, Abdy selalu melakukan pengecekan kualitas produk di setiap outlet yang kini menjadi partner Keripik Asahan.
"Setiap dua minggu sekali kami lakukan pengecekan kualitas produk, meskipun produk kami ini tahan untuk kurun waktu enam bulan, kami tetap melakukan pengecekan, baik itu kemasan yang sudah mulai lusuh, ataupun ada kerusakan dari produk kami. Kualitas ini sangat berpengaruh dalam penjualan, karena UMKM ini ada karena adanya pembeli," kata Abdy.

Membangun Masyarakat Sejahtera
Keripik Asahan kini sudah memiliki delapan orang pekerja yang terbagi menjadi lima bagian produksi dan menggoreng, dua bagian pemasaran, dan satu orang bekerja sebagai staf keuangan.
Kadin Sumut Gelar Workshop UMKM Batch 4, Dorong Pelaku Usaha Lebih Kompetitif |
![]() |
---|
Pemko Medan-Gojek Kolaborasi Lewat Digitalisasi UMKM Pasar hingga MBG untuk Anak Sekolah |
![]() |
---|
Benny Sambut Peluang Cita Kuliner dan UMKM Medan Terbang di Maskapai |
![]() |
---|
Event F1 Powerboat di Balige, Pelaku UMKM Mengaku Dapatkan UntungĀ |
![]() |
---|
F1H2O Berikan Dampak Positif Bagi UMKM, Omzet Meningkat Drastis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.