Fenny Goh, Pebisnis yang Aktif dalam Kegiatan Sosial
Semua kegiatan yang dilakukan oleh Fenny kerap berkaitan dengan kehidupan sosial dan menolong sesama.
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Fenny Goh atau biasa dipanggil dengan nama Fenny, merupakan wanita pebisnis yang multitalenta dan aktif di dunia sosial.
Ia selalu menanamkan kepribadian yang gigih dan jujur serta selalu berpegang pada Tuhan. Maka tidak heran, jika ia sesalu totalitas dalam menjalankan bisnisnya dan juga dalam melakukan kegiatan sosial.
Saat ini, Fenny aktif dalam aktivitas sosial di berbagai yayasan dan organisasi diantaranya sebagai Ketua Yayasan Roda Kebajikan Peduli, Wakil Ketua Pinti Pusat, dan Ketua PINTI Medan serta menjadi Komisi Tetap Konservasi Sumber Daya Alam, Ekosistem, Perhutanan Sosial, dan Kemitraan Lingkungan Kadin Sumut.
Semua kegiatan yang dilakukan oleh Fenny kerap berkaitan dengan kehidupan sosial dan menolong sesama. Fenny menceritakan bahwa ia baru saja bergabung di Kadin Sumut.
Baca juga: VIRAL Wanita Punya Dua Suami, Depresi Jadi Alasan Poliandri, Beberkan Soal Urusan Ranjangnya
Di sini ia menyadari bahwa banyak hal dan kesempatan yang bisa ia lakukan dalam membantu sesama. Contohnya, ia bisa mengatur kurikulum sekolah dan menjadikan pelajar yang telah selesai siap untuk terjun di dunia lapangan.
"Kita bisa menolong seseorang dalam hal apa pun, selain secara diri sendiri, kita juga bisa membantu sesama baik dari bisnis dan organisasi apa pun yang sedang kita jalankan. Sehingga dari hal itu, kita bisa melihat peluang untuk terus menolong orang lain," ujarnya.
Ia juga mengatakan, dalam membantu sesama, Fenny juga mendirikan salah satu yayasan sosial yakni bernama Yayasan Roda Kebajikan Peduli. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan memberangkatkan salah satu anak sekolah yang sedang mengalami penyumbatan urat nadi sehingga mengalami pembengkakan kaki.
Ia mengatakan, dalam hal pengumpulan dana untuk menolong sesama seperti salah satu hal yang ia lakukan bersama Yayasan Roda Kebajikan Peduli, bukanlah kehebatan satu atau dua orang, melainkan uluran tangan masyarakat luas yang memberi.
"Dalam memberi tidak harus dalam jumlah yang besar, dari jumlah yang kecil ketika kita bersama-sama mengumpulkan dan membantu maka akan menjadi jumlah yang besar," ucapnya.
Dalam menjalankan kegiatannya sebagai aktivis sosial di Sumut, ia mengatakan, perlu ada wadah yang bisa menjadi tempat pengumpulan dana yang telah disalurkan dari masyarakat, sehingga seluruh kegiatan dan penyaluran yang dilakukan transparan.
Oleh karena itu, ia membentuk yayasan sosial untuk sebuah yayasan sosial. Dalam hal ini, Fenny menyampaikan bagi seluruh pihak yang bekerja sosial dan melakukan kegiatan sosial namun tidak memiliki wadah khusus, Roda Kebajikan Peduli membuka tangan dan menerima orang-orang baik yang ingin mengulurkan tangannya.
"Kita melihat aktivis sosial di Kota Medan sangat banyak tetapi diharapkan kepada mereka juga harus mempunyai wadah yang resmi hukumnya, karena hal itu jauh lebih baik terlebih kita di negara hukum. Maka, kita sebagai aktivis sosial harus bergandengan tangan dengan pemerintah bersama-sama," sebutnya.
Dibalik kisahnya yang suka menolong sesama dan dikenal sebagai sosok yang menginspirasi, Fenny menceritakan perjalannya dalam berbisnis dan di dunia sosial sehingga menjadikan ia pribadi yang murah hati.
Ia menceritakan awal mulai ia memulai bisnis dan awal ia bersama sang suami membangun bahtera rumah tangga, ia memulai usaha dengan seadanya. Kala itu suami Fenny memulai usaha dengan membuka ruko dan Fenny sendiri memulai usaha dengan berjualan aksesori melalui online shop.
Gigih dan fokus, itulah tekad yang dimilikinya ketika ia berjualan melalui online shop, jatuh dan konsisten pada setahun pertama membawa Fenny berhasil mendapatkan keuntungan yang cukup menggembirakan pada masa itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Fenny-Goh-atau-biasa-dipanggil-dengan-nama-Fenny.jpg)