Tiga Kilometer Jalan Rusak Berlumpur, Warga Mohon Bantuan Presiden Jokowi
Dalam sebuah video, memperlihatkan seorang wanita meminta kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk memperbaiki jalan
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com LIMAPULUH - Rekaman beredar di media sosial memperlihatkan beberapa siswa melintasi jalan berlumpur untuk pergi ke sekolah. Jalan tersebut diketahui berada di Desa Nauli, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara.
Dalam sebuah video, memperlihatkan seorang wanita meminta kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk memperbaiki jalan yang sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki.
"Assalamualaikum Bapak Presiden Jokowi, Bapak Gubernur Sumatra Utara, Bapak Camat, Bapak Kades, Bapak Kadus. Tolong Pak, perhatikan kami orang dalam. Jalan kami seperti itu Pak (memperliihatkan jalan rusak dan berlumpur). Setiap hari kami lewati, pergi pulang sekolah, tapi tidak ada yang memperhatikan. Setiap tahun dan musim hujan, kami mengalami hari-hari seperti ini," kata wanita yang diketahui bernama Aryati.
Diketahui, video tersebut diunggah Aryati pada akhir tahun 2022 lalu, dan belum mendapatkan respon dari pemerintah Kabupaten Batubara.
Saat dikonfirmasi Tribun Medan, Aryati mengaku jalan yang diuploadnya saat ini, masih sama seperti yang ada di video beberapa bulan lalu.
Baca juga: Disidak Jokowi Soal Jalan Rusak, Kini Mobil Dinas Pejabat Pemprov Lampung Terciduk Nunggak Pajak
"Belum ada perbaikan. Kami masih melintasi jalan yang sama dengan yang ada di video tersebut," ungkapnya melalui pesan singkat WhatsApp kepada Tribun Medan, Rabu (10/5).
Ia mengaku tidak banyak menuntut pemerintah untuk berbuat kepada warga Desa Aek Nauli. Ia hanya menginginkan jalan yang bagus menuju desa tempat mereka tinggal.
"Kami warga desa tidak menuntut banyak. Kami , hanya meminta jalan untuk bisa dilewati kereta (sepeda motor) saja pun sudah cukup agar kami tidak terjatuh," katanya.
Ia mengaku, Desa Aek Nauli merupakan salah satu lumbung padi yang ada di Kabupaten Batubara. Namun, petani mengalami kesulitan saat musim panen tiba. Pasalnya, tak jarang kendaraan yang mereka tumpangi terperosok terjebak lumpur.
"Dan satu lagi Pak di desa kami merupakan lumbung padi dan sawit," ungkapnya.
Katanya, ada tiga kilometer jalan rusak namun, satu kilometer sulit untuk dilalui karena mengalami rusak parah. "Yang rusak tiga kilometer. Akan tetapi yang rusak parah satu kilometer. Yang satu kilometer itu mirip seperti sawah," ungkapnya.
Ia berharap, jalan tersebut dapat diperbaiki agar anak-anak sekolah yang biasa berjalan kaki agar nyaman melintas tanpa khawatir terjatuh mau pun terlambat ke sekolah.
Sudah Usulkan Pembangunan melalui Musrenbang
Kepala Desa (Kades) Aek Nauli, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Manombang E P Siregar saat dihubungi Tribun Medan membenarkan jika jalan yang ada di desanya rusak hingga tiga kilometer. Jalan tersebut merupakan Jalan Kabupaten yang semestinya menjadi tanggung jawab Dinas PU Pemerintah Kabupaten Batubara.
"Saya sudah ajukan dan usulkan di musyawarah rencana pembangunan(Musrenbang) untuk pembangunan jalan tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada respon positif," ujar Manombang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jalan-rusak-batubara.jpg)