Sumut Memilih
Siap Maju di Pilgub 2024, Pengamat Nilai Edy-Ijeck Berhak Klaim Karya Masing-masing Selama Menjabat
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi sudah terang-terangan menyampaikan keinginannya untuk maju di Pilgub 2024 mendatang.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi sudah terang-terangan menyampaikan keinginannya untuk maju di Pilgub 2024 mendatang.
Hal ini disampaikan Edy saat diwawancarai usai melantik Pj Wali Kota Tebingtinggi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rabu (24/5/2023).
Pernyataan Edy ini telah didahului oleh pasangannya, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah yang sudah menyatakan dirinya siap maju menjadi calon gubernur saat pembukaan Rapat Kerja Daerah DPD Partai Golkar Sumut di Medan, Kamis (22/12/2022) lalu.
Berbeda dengan Edy Rahmayadi, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck menyebut dirinya siap maju jika direstui dan didukung oleh DPP Partai Golkar.
Pengamat politik asal Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) Shohibul Anshor Siregar menilai, pernyataan Edy Rahmayadi untuk maju kembali menjadi gubernur sangatlah wajar.
Hal ini mengingat Edy masih memiliki hak secara konstitusional untuk mencalonkan diri kembali sebagai gubernur untuk kedua kalinya.
"Memang, sebagaimana diperkenankan oleh UU tentang Otonomi Daerah dan revisi serta banyak ketentuan turunannya yang terbit pasca kejatuhan Orde Baru, akhirnya menjadi kebudayaan politik dan demokrasi yang amat kuat di Indonesia bahwa seseorang petahana pada semua level pemerintahan memiliki peluang besar untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode kedua," kata Shohibul kepada tribun-medan.com, Kamis (25/5/2023).
Shohibul mengatakan, sangat masuk akal Edy Rahamayadi berniat tampil kembali memimpin Sumut dan sejak dini mempersiapkan diri menghadapi Pilgub 2024. Justru akan menjadi aneh jika dia tidak berniat melanjutkan kepemimpinannya untuk periode kedua.
"Dari dua jalur yang ditentukan oleh regulasi, saya kira yang akan ditempuh oleh Edy Rahmayadi adalah maju dengan dukungan partai, bukan jalur perseorangan," ungkapnya.
Menurut Shohibul, pernyataan Edy Rahmayadi akan membuat banyak orang menyimpulkan bahwa Edy Rahmayadi kelak tak lagi bersama pasangannya pada periode pertama (Musa Rajekshah) yang maju di Pilgub 2018 dengan julukan Eramas.
Ia juga menilai, Edy dan Ijeck berhak mengkalim capaian dan karya masing-masing selama menjabat sebagai kepala daerah di Provinsi Sumut.
"Meski pun begitu, keduanya sama-sama berhak mengkapitalisasi karya selama satu periode sebagai catatan untuk tema perkampanyean dalam pilkada 2024," katanya.
Kemudian, kata Shohibul, kalkulasi politik tentang Pilkada di Indonesia baru dapat dilakukan setelah hasil pemilu legislatif 2024 diumumkan.
Penentuan pasangan Kepala Daerah akan ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Partai, di Jakarta.
"Karena itu, diplomasi dan komunikasi substantif tak hanya diperlukan dengan pimpinan partai di daerah. Bahkan dalam pengalaman yang jamak di Indonesia, Pimpinan Pusat Partai di Jakarta adakalanya lebih penting dari aspirasi yang diajukan daerah," jelasnya.
Edy Rahmayadi Harus Segera Periksa Pelaksanaan Visi Selama Menjabat
Bawaslu Deli Serdang Mempersiapkan Diri Hadapi Gugatan Paslon 03 di MK |
![]() |
---|
Golkar Surati DPRD Sumut Minta Pelantikan Erni Aryani jadi Ketua DPRD Diproses |
![]() |
---|
Ketua Demokrat Sumut Yakin Wali Kota Medan dan Gubernur Terpilih Peduli Pedagang |
![]() |
---|
KPU Sumut Sebut Cuaca Buruk Jadi Penyebab Turunnya Partisipasi Pemilih di Pilkada 2024 |
![]() |
---|
KPU Sumut Sukseskan Pemilu, Bertaruh Nyawa Lintasi Hutan Liar Habitat Harimau |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.