Kisah Jemaah Haji
Kisah Haru Nek Darlis, Berangkat Haji Dibiayai Adik Ipar yang Sudah Wafat
Wanita sepuh bernama Darlis menjadi satu diantara calon jemaah haji asal Kota Medan yang akan berangkat ke Tanah Suci
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Darlis adalah satu dari sekian banyak jemaah haji lansia yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Rencananya, Darlis akan berangkat pada hari ini, Jumat (2/6/2023) sekira pukul 15.00 WIB.
Ia berangkat di Kloter 10 dari Bandara Kualanamu, Deliserdang.
Namun, di balik perjuangannya menempuh ibadah haji, ada kisah haru yang tersimpan.
Baca juga: Seorang ASN di Sidikalang Tewas Ditikam Pisau, Pelaku Koperatif saat Ditangkap Polisi
Saat ditemui Tribun-medan.com, Darlis yang mengenakan mukena putih ini duduk di dalam gedung Jabal Nur Asrama Haji.
Ia memegang pita dari KBIH Al Adliyah sebagai identitas yang akan dikenakan menuju Madinah.
Saat memulai cerita, wanita berusia 65 tahun ini mengatakan bahwa dirinya bisa menunaikan Rukun Islam ke 5 itu berkat adik iparnya yang sudah wafat delapan bulan lalu.
Baca juga: Detik-detik Aksi Pencurian Sepatu di Masjid Al-Ikhlas Medan Labuhan Terekam CCTV, Begini Modusnya
“Adik ipar yang berangkatkan, semua biaya dari dia ini. Ibu ya oma ya oma ini, baik sekali dia, tapi sudah wafat 8 bulan yang lalu,” jelasnya.
Saat ditanya sudah berapa lama berkeinginan naikhaji, ia menjawab sejak dirinya masih gadis berusia 20 tahun.
“Dari masih gadis mau kali berangkat haji, tapi keadaan menabung pun gak bisa. Tahu-tahu adik ipar menawarkan. Meninggal pula adik itu bulan November 2022 lalu,"
Baca juga: Kasus Pencurian Uang Rp 30 Juta di Parkiran USU Masih Gelap Ditangani Polsek Medan Baru
"Sebenarnya 2020 sudah mau berangkat, tapi tertunda covid, tahun lalu karena diusianya yang sudah 69 tahun. Alhamdulillah ini hari lah,” ucapnya kemudian menangis.
Nek Darlis mengakui bahwa sejak gadis, orangtuanya lah yang pertama kali menjadi motivasinya untuk berangkat ke Tanah Suci.
“Kalau ada rejeki lis, tabung-tabung lah. Nanti sampai ke Tanah Suci enak kali. Gak ingat itu di sini semua, perjalanan di sana susah memang tapi enak,” ucapnya menirukan perkataan orangtuanya.
Baca juga: Ketua DPRD Sumut Bakal Pidanakan Dinas Kesehatan Jika Terbukti Korupsi Pengadaan Obat Covid-19
Dibekali dengan doa, Darlis akhirnya mendapat jawaban dari yang Maha Kuasa sebagai panggilan ke Tanah Suci menunaikan ibadah haji.
“Cuma doa persiapannya, kalau yang lain-lain gak ada persiapan,” tambah Darlis.
Kedua orangtua dan 5 saudara Nek Darlis telah lebih dahulu naik haji.
Ia merupakan anak ke dua dari 11 bersaudara.
Baca juga: Jelajahi Eksotisme “Surga” di Timur Indonesia lewat Lokal Piknik Sorong
Kegiatan nek Darlis hanya berjualan kebutuhan sehari-hari mulai sampo, sabun dan lainnya.
“Di lingkungan kami itu baik-baik, nanti setiap hari Jumat ada yang antar nasi, ada yang kasih beras, karena udah gak ada bapak. Cucu yang ditinggalkan juga ada 1 orang masih SMP,” ucap Nek Darlis yang memiliki 3 anak yang masih hidup dari 5 anak sebelumnya.
Ketika namanya keluar ditahun ini untuk bisa berangkat haji, Darlis begitu bahagia.
“Senang kali lah,” ucapnya sambil menangis.
Satu doannya yang paling utama jika sampai di Tanah Suci, yakni dimudahkan semua dan diampuni semua dosa kedua orangtua, anak dan suami serta adik ipar yang telah memberangkatkannya haji. (cr26/tribun-medan.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.