Sosok M Idris, Walkot Depok dan Politisi PKS, Naikkan Tarif Puskesmas hingga 15 Kali Lipat

Sosok Wali Kota Depok yang juga politisi PKS Mohammad Idris kini menjadi perbicangan publik usai menaikkan tarif puskesmas. Harta kekayaannya pun diso

|
KOLASE/TRIBUN MEDAN
Sosok Wali Kota Depok yang juga politisi PKS Mohammad Idris 

Puskesmas di Depok juga diminta agar tidak membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Mohammad Idris  menyatakan, kenaikan tarif perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga medis non-pegawai negeri sipil (PNS).

Kemudian, kenaikan tarif juga dilakukan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan di puskesmas agar bisa mengurangi durasi antrean.

"Sejalan dengan peningkatan pelayanan, seperti pengurangan pendaftaran antrean dan antrean ramah lansia yang membutuhkan perlakukan khusus," urai Mohammad Idris.

Mohammad Idris mengaku sengaja membedakan tarif pelayanan kesehatan puskesmas untuk warga non-Kota Depok menjadi lebih mahal daripada warga Depok.

Sebab, menurut dia, kebijakan menaikkan tarif puskesmas dibuat untuk warga Depok.

Mohammad Idris menegaskan, meski ada beda tarif untuk warga Depok dan non-Depok, fasilitas yang diberikan tetap sama.

Adapun tarif puskesmas untuk warga Depok dipatok Rp 10.000-Rp15.000 dan warga non-Depok dipatok Rp 20.000-Rp 30.000.

Rincian tarif

KTP Depok
• Pagi: Rp 10.000 • Sore: Rp 15.000 • Pelayanan gawat darurat: Rp 15.000 • Pelayanan hari Minggu/libur: Rp 15.000

Non-KTP Depok
• Pagi: Rp 20.000 • Sore: Rp 30.000 • Pelayanan gawat darurat: Rp 30.000 • Pelayanan hari Minggu/libur: Rp 30.000

Sosok Mohammad Idris

Lantas, siapa sebenarnya sosok Wali Kota Depok yang juga politisi PKS Mohammad Idris tersebut ?

Mohammad Idris merupakan Wali Kota Depok yang juga merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Idris dikenal sebagai da'i yang aktif berdakwah sekitar Jakarta dan Depok sehingga namanya memang sudah tak asing lagi.

Diketahui, ia menempuh pendidikan sarjana dengan beasiswa di Arab Saudi.

Tidak sampai di situ, Mohammad Idris melanjutkan studi S2 Dakwah Komunikasi di Universitas Islam Muhamad Ibnu Sa'ud Riyad, Arab Saudi serta meraih gelar doktor pada tahun 19997 di universitas yang sama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved