TRIBUNWIKI
Mengenal Hari Raya Galungan Umat Hindu, di Medan Dirayakan di Pura Ini
Galungan adalah momen bersejarah di mana kebaikan menang atas kejahatan melalui kemenangan Dharma.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
Adapula ciri khas dalam memperingati hari Galungang seperti:
1. Penjor menjadi elemen khas dalam perayaan Hari Galungan. Tiang penjor yang tinggi dan menarik dihiasi dengan berbagai macam janur dan hiasan berwarna-warni. Penjor melambangkan koneksi antara bumi dan langit serta menggambarkan keindahan alam semesta.
2. Pada Hari Galungan, masyarakat Bali mengunjungi pura (tempat ibadah Hindu) untuk bersembahyang dan melaksanakan upacara keagamaan. Mereka berdoa dan memberikan persembahan seperti buah-buahan, kue, dan bunga kepada para dewa sebagai tanda syukur dan permohonan keselamatan.
3. Hari Galungan juga menyajikan berbagai tradisi unik seperti "Ngerupuk", yaitu tradisi yang melibatkan anak-anak muda berlomba mencari hadiah yang tergantung tinggi di atas jalan. Tradisi lainnya adalah "Ngelawang", yaitu pertunjukan teater rakyat yang menggambarkan pertempuran antara kebaikan dan kejahatan.
4. Sepuluh hari setelah Hari Galungan, masyarakat Bali merayakan Hari Kuningan yang menandai berakhirnya perayaan Galungan. Pada hari ini, roh leluhur dipercaya kembali ke alam semesta setelah menikmati kehadiran keluarganya selama perayaan.
Dengan begitu, Hari Raya Galungan adalah momen yang menggambarkan kemegahan tradisi dan spiritualitas dalam kehidupan umat Hindu.
Perayaan ini menjadi bentuk penghormatan dan ungkapan syukur atas kemenangan kebenaran dan moralitas, mengajarkan nilai-nilai universal yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Perayaan-Galungan-Umat-Hindu-di.jpg)