Aksi Petani Ramunia

Kelompok Tani Ramunia Ngadu ke Kantor Gubernur, Akses Sawah Ditutup Oknum Kodam I/BB saat akan Panen

Petani Ramunia minta agar Gubernur mengusahakan menarik personel TNI yang berada di lokasi lahan pertanian sawah karna tidak sesuai dengan fungsi TNI

|

Penjelasan Kodam I/BB

Kapendam Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Rico Siagian mengatakan, lahan yang dipersoalkan tersebut milik TNI Angkatan Darat.

"Kalau penggarap merasa itu tanah mereka, dipersilakan gugat secara hukum," kata Rico kepada Tribunmedan.com, Kamis.

"Sebenarnya penggarap sudah tahu itu tanah milik TNI AD, tapi mereka ingin coba-coba menggarapnya," sambungnya.

Ia menyebut sudah memberikan sosialisasi larangan bagi masyarakat masuk untuk melakukan aktifitas di lahan tersebut.

Namun, beberapa masyarakat penggarap tetap menanam padi di lahan tersebut. Bahkan tembok pembatas yang dibangun dijebol oleh masyarakat penggarap.

"Kita sudah humanis dan kekeluargaan. Cukup mereka mengakui salah dan membuat surat pernyataan, mungkin kita pun akan mengizinkan 1 kali ini untuk panen. Tapi pada kenyataannya mereka tetap bersikeras menganggap itu tanah mereka tanpa bisa memberikan bukti kepemilikan yang sah, bahkan menjebol dinding pembatas yang dibuat TNI AD," ujarnya.

(cr14/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved