Tribun Wiki
Apa Itu Kejawen dan Ragam Ritualnya, Simak Penjelasannya
Sebahagian masyarakat di Pulau Jawa masih ada yang menganut kepercayaan kejawen. Lantas, apa itu kejawen?
TRIBUN-MEDAN.COM,- Di tengah pesatnya kemajuan zaman dan peradaban, muncul beragam agama dan aliran kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Indonesia.
Di Pulau Jawa, sebahagian masyarakat masih ada yang menganut kepercayaan Kejawen.
Mereka yang menganut aliran kepercayaan dan kebudayaan Kejawen ini juga kerap melaksanakan ritual-ritual khusus.
Apa itu Kejawen?
Dikutip dari Indonesia.go.id, Kejawen merupakan kepercayaan dari sebuah etnis yang berada di Pulau Jawa.
Filsafat Kejawen didasari pada ajaran agama yang dianut oleh filsuf dari Jawa.
Walaupun Kejawen merupakan kepercayaan, sebenarnya Kejawen bukanlah sebuah agama.
Dari naskah-naskah kuno Kejawen, tampak betapa Kejawen lebih berupa seni, budaya, tradisi, sikap, ritual, dan filosofi orang-orang Jawa.
Yang mana, itu tidak terlepas dari spiritualitas suku Jawa.
Budaya Kejawen muncul sebagai bentuk proses perpaduan dari beberapa paham atau aliran agama pendatang dan kepercayaan asli masyarakat Jawa.
Sebelum Budha, Kristen, Hindu, dan Islam masuk ke Pulau Jawa, kepercayaan asli yang dianut masyarakat Jawa adalah animisme dan dinamisme, atau perdukunan.
Orang-orang Jawa yang percaya dengan Kejawen relatif taat dengan agamanya.
Di mana, mereka tetap melaksanakan perintah agama dan menjauhi larangan dari agamanya.
Caranya, dengan menjaga diri sebagai orang pribumi.
Pada dasarnya, ajaran filsafat Kejawen memang mendorong manusia untuk tetap taat dengan Tuhannya.
Sejak dahulu kala, orang Jawa memang dikenal mengakui keesaan Tuhan. Itulah menjadi inti dari ajaran Kejawen sendiri, yakni yang dikenal dengan ‘Sangkan Paraning Dumadhi’, atau memiliki arti ‘dari mana datang dan kembalinya hamba Tuhan’.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penganut-kejawen.jpg)