Tribun Wiki

Apa Itu Kejawen dan Ragam Ritualnya, Simak Penjelasannya

Sebahagian masyarakat di Pulau Jawa masih ada yang menganut kepercayaan kejawen. Lantas, apa itu kejawen?

|
Editor: Array A Argus
TRIBUN JATENG
Ritual bekten di komplek pemakaman oleh penganut Kejawen di desa Kalikudi,Kecamatan Adipala Cilacap 

Ritual tedhak sinten biasanya dilakukan masyarakat Jawa untuk mendoakan anaknya agar lebih sukses di masa depan.

Ritual ini juga diartikan sebagai doa orangtua kepada anaknya, agar selalu diberkahi dalam menjalani kehidupan.

Harapan utamanya, agar sang anak bisa hidup sukses di masa mendatang.

Wetonan

Tradisi wetonan bisa dibilang mirip dengan tradisi ulang tahun.

Namun, tradisi wetonan ini digelar 10 kali dalam setahun.

Biasanya, wetonan akan dilangsungkan sesuai dengan penunjukan waktu dalam penanggalan kalender Jawa.

Tradisi wetonan juga biasa dibarengi dengan lelaku atau tindakan berpuasa.

Puasa weton diketahui terbagi menjadi 3 jenis yaitu puasa satu hari penuh, puasa ngebleng tiga hari, dan puasa ngebleng tujuh hari yang dilakukan secara berturut-turut.

Adapun bacaan niat puasa weton yang biasa dilafazkan adalah sebagai berikut,

“Niat Ingsun pasa ing dina kelahiran tanpa mangan tanpa ngombe kangge (sebutkan hajat/keinginan) kerono Allah Ta’ala”

Artinya: “Aku niat berpuasa pada hari kelahiran untuk mendapatkan (sebutkan hajat) karena Allah Ta’ala”.

Sementara itu, tata cara pelaksaan puasa weton dalam adat Kejawen menurut catatan kitab Jawa adalah sebagai berikut :

- Melakukan sahur dan berbuka puasa.

- Puasa dimulai sejak fajar sampai magrib.

- Apabila muslim, sebelum subuh melakukan salat dua rakaat dan selalu menjaga wudhu sepanjang hari. Jika batal lakukan, wudhu kembali.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved